HOME » BERITA » DUGAAN PENYEBAB KECELAKAAN DI TOL CIPALI, PENUMPANG INGIN REBUT KENDALI SOPIR

Dugaan Penyebab Kecelakaan di Tol Cipali, Penumpang Ingin Rebut Kendali Sopir

Kecelakaan Tol Cipali tersebut menewaskan 12 orang dan lainnya luka-luka.

Senin, 17 Juni 2019 13:23 Editor : Nurrohman Sidiq
Dugaan Penyebab Kecelakaan di Tol Cipali, Penumpang Ingin Rebut Kendali Sopir
Kecelakaan di Tol Cipali (@2019 Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Kecelakaan nahas terjadi di Tol Cipali hingga menewaskan 12 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Kepolisian Resort Majalengka menyatakan sudah menemukan penyebab tabrakan tragis itu.

Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Resort Majalengka Atik Suswanti, tabrakan berawal dari dugaan perebutan kemudi antara dua orang yang salah satunya merupakan sopir Bus Safari itu. Akibatnya, bus kehilangan kendali dan kecelakaan tidak bisa dielakkan.

Bus kemudian menabrak kendaraan Mitsubishi Xpander, Toyota Innova serta truk di jalur dengan arah berlawanan.

"Berdasarkan keterangan dari saudara Amsor (29 tahun), pekerjaan security di Kabupaten Cirebon. Di tengah perjalanan saudara Amsor memaksa sopir berhenti dengan cara mengambil alih secara paksa kemudi tersebut, dan terjadi perdebatan dengan pengemudi sehinggga pengemudi kendaraan bus hilang kendali ke kanan. Selanjutnya menyebrang dan terjadi kecelakaan," kata Atik dalam keterangan tertulisnya, Bandung, (17/6/2019).

Keterangan lainnya, Winda, salah seorang penumpang di Bus Safari mengaku di tengah perjalanan tiba-tiba melihat seorang penumpang yang diduga berusaha akan mengambil HP atau kendali sopir. Sehingga terjadi perdebatan dan mengakibatkan bus hilang kendali ke kanan.

1 dari 1 Halaman

Keluar Jalur

Dugaan Penyebab Kecelakaan di Tol Cipali, Penumpang Ingin Rebut Kendali SopirKeluar Jalur

Atik melanjutkan akibat adanya perebutan benda tersebut, kendaraan bus masuk median menyeberang ke jalur lain. Selanjutnya bus tersebut menabrak kendaraan Innova dan di belakangnya berada mobil truk.

"Mobil truk menghindar sehingga terguling masuk ke median jalan, bus melaju ke jalur lambat B menabrak kendaraan Xpander dan menindih kendaraan tersebut," ujar Atik.

Data sementara korban akibat kecelakaan tersebut 12 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat dan 32 orang luka ringan serta enam orang dinyatakan selamat. Seluruh korban yang meninggal dunia dan terluka kini dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cireboni dan Rumah Sakit Cideres.

Source: Liputan6.com

BERI KOMENTAR