HOME » BERITA » ECU GET ATHENA, TINGGAL COLOK DI R25 MOTOR LANGSUNG NGACIR

ECU Get Athena, Tinggal Colok di R25 Motor Langsung Ngacir

Senin, 08 Mei 2017 22:30

ECU Get Athena, Tinggal Colok di R25 Motor Langsung Ngacir
Foto: Istimewa
Editor : Fitradian Dhimas | Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Sepeda motor dengan sistem pengabutan karburator lama-lama mulai ditinggalkan dengan alasan untuk mengurangi emisi gas buang. Maka jangan heran kini hampir semua pabrikan sepeda motor di Indonesia sudah mengaplikasi sistem pembakaran injeksi pada produk-produknya.

Pada motor injeksi, peranan Electronic Control Unit (ECU) tidak boleh disepelekan. Pasalnya ECU pada motor injeksi merupakan ‘otak’ dari si motor. Untuk mengutak-atik ECU atau menggantinya dengan produk after market perlu kehati-hatian dan ketelitian, dan tentu saja jangan salah pilih produk.

Jika pun ingin mengganti ECU bawaan pabrik dengan produk aftermarket, pilihlah yang sudah benar-benar teruji kualitas dan fungsinya. Salah-salah motor Anda malah tidak beres karena salah pilih ECU.

Selain upgrade mesin, salah satu ECU aftermarket yang bisa menjadi pilihan adalah ECU Get keluaran Athena. ECU asal Italia ini tidak ribet dalam pemasangannya karena ECU Athena kerjanya mudah, tinggal plug and play alias langsung colok di motor.

Tidak seperti ECU lainnya yang beredar di pasaran, ECU Get Athena tidak perlu setting atau mapping ulang agar tarikan motor lebih nendang.

“Peranti ini masih baru dan buat yang mau upgrade Yamaha YZF-R25 bisa colok ECU buatan Athena ini. Enggak perlu berlama-lama di bengkel, ECU dipasang ke motor, tes jalan, langsung terasa perbedaan dan tidak perlu menambah komponen lain. Kecuali jika mau tarikan yang lebih gahar atau buat balap, baru diperlukan mapping ulang,” papar Brahmantio Prayogo, juragan Sportisi Motorsport (SM).

Jika masih ingin mensetting atau mapping ulang ECU stand alone ini tentu saja bisa. Namun, harus menggunakan software lagi yang terpisah. “Setting yang bisa dilakukan seperti mapping durasi derajat, timing pengapian, air fuel ratio, dan masih banyak lainnya,” beber Bram sapaan akrab Brahmantio.

Selain itu, terdapat saklar tambahan. Fungsinya untuk penggunaan mapping 1 atau 2. Untuk ECU Get, saat ini baru hanya satu mapping, sedang mapping 2 perlu menambahkan dari software Get tersebut.

Nah, bagi yang mau mapping ulang bisa datang ke SM buat mapping sampai power maksimal. Ongkosnya tidak mahal, cukup rogoh kocek Rp 2,5 juta. Pasalnya, software ECU Get belum tersedia di pasaran dan harus membeli program tersebut.

“Kelebihan lainnya, pada suara mesin R25 kalo digeber itu agak berisik. Tapi setelah dicolok ECU ini, suara tersebut hilang, meski digeber sampai top speed. Lalu, air fuel ratio juga stabil, akselerasi enggak ada drop-nya. Tarikannya naik terus dari bawah sampai atas dan kenaikan power atau torsi mencapai 2 dk,” papar pria yang sudah menjajalnya di R25 miliknya.

ECU Get keluaran Athena yang diaplikasikan pada R25 milik Bram ini letupan tenaganya naik hingga 2 dk. Namun kondisi R25-nya sudah di-upgrade performanya, seperti porting polish, knalpot freeflow, open filter udara, plus velocity stack, dan big radiator.

Pengetesan pertama dipasang ECU standar R25, didapat tenaga maksimalnya 33.87 dk di 13.500 rpm dan torsi 20.85 Nm pada 11.500 rpm. Selanjutnya motor ini berganti komponen dengan dicolokkan ECU Get Athena. Power yang diraih 35,86 dk di 13.900 rpm dengan torsi didapat 21.27 Nm di 11.200 rpm. Artinya terjadi kenaikan tenaga sebanyak 1,99 dk dan torsi 0,42 Nm.

“Yang unik dari grafiknya, adanya perbedaan yang cukup signifikan pada 11.500 rpm atau line grafik berwarna biru (ECU Get), karena mulai rpm tersebut tenaga terus naik. Sedangkan garis merah (ECU standar pabrik) di putaran mesin itu malah turun. Itu menandakan tarikan atas ECU Get tersebut lebih nendang,” pungkas Bram.

 (kpl/nzr/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER