HOME » BERITA » TOYOTA BLAK-BLAKAN BICARA SOAL SUKU CADANG DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Toyota Blak-blakan Bicara Soal Suku Cadang di Tengah Pandemi COVID-19

Pandemi corona COVID-19 yang tidak kunjung lenyap memunculkan pertanyaan mengenai ketersediaan suku cadang Toyota

Minggu, 31 Mei 2020 15:15 Editor : Nazarudin Ray
Toyota Blak-blakan Bicara Soal Suku Cadang di Tengah Pandemi COVID-19
Ilustrasi Toyota Avanza (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Sejumlah ahli industri menyampaikan pendapat mengenai global suplay chain. Bagaimanapun, pembatasan pergerakan hingga lockdown di satu negara akibat pandemi virus Corona (COVID-19) lantas berefek pada suplay chain.

Sebagai gambaran, Indonesia sendiri bisa dikatakan sebagai pusat MPV. Jika bicara merek Toyota dan juga lainnya, Thailand dianggap sebagai pusat sedan. Bagaimana efeknya termasuk pada brand sebesar Toyota?

"Kita juga mempelajari dan setuju ya memang new normal berdampak pada banyak hal, mulai dari komunikasi dengan konsumen, produksi, dan lain-lain. Kalau negara lain saya tidak bisa jawab, tapi setidaknya untuk Indonesia mungkin saya bisa jawab sedikit," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy.

Menurutnya, strategi Indonesia untuk Toyota terutama Toyota Group di Indonesia merupakan industri. Dalam hal ini, Indonesia menjadi pusat produksi dari produk-produk Toyota dan tidak hanya MPV tetapi juga SUV dan lain-lain.

"Sebagian besar dari kebutuhan Toyota di Indonesia menggunakan produk lokal. Kebetulan Toyota majority-nya memang kebanyakan produk lokal. Sedan-nya misalnya kita kesulitan mengimpor CBU dari Thailand atau Jepang, sebenarnya impact volumen-ya enggak besar," kata dia.

1 dari 1 Halaman

Contoh dari produk CBU tersebut adalah Camry, Corolla, Hilux, Hiace dan Alphard. Golongan ini, menurutnya, jumlahnya sekitar 10 persen dari total penjualan.

"Lalu 90 persen penjualan kita datang dari produk lokal. Demikian juga dengan komponen. Jadi komponen itu pun sebenarnya kan tingkat lokalisasi menjadi kunci. Nah, bagaimana ke depannya lokalisasi dari part-part karena memag beruntungnya Indonesia kan volumenya cukup besar kemudian kita juga punya pangsa ekspor," ujarnya.

Ke depan, kata dia, memang potensi untuk mendapatkan lokalisasi produk semakin lama semakin tinggi. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu khawatir. Menurutnya, sampai beberapa bulan ke depan, suplay dari Toyota masih aman.

BERI KOMENTAR