HOME » BERITA » EFEK DOMINO DISKON PPNBM, SEBERAPA BANYAK MOBIL YANG TERJUAL?

Efek Domino Diskon PPnBM, Seberapa Banyak Mobil yang Terjual?

Pemberian insentif PPnBM DTP sejak Maret 2021 lalu memberikan efek domino. Tidak hanya penjualan mobil yang naik, namun juga meningkatkan sektor non industri.

Minggu, 22 Agustus 2021 16:15 Editor : Nazarudin Ray
Efek Domino Diskon PPnBM, Seberapa Banyak Mobil yang Terjual?
Ilustrasi pameran mobil (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Program Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah kendaraan bermotor (PPnBM DTP) yang diluncurkan oleh Pemerintah sejak Maret 2021 efektif mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional turun penurunan selama pandemi COVID-19.

Menurut Institute for Strategics Inisiative (ISI), diskon PPnBM mampu meningkatkan volume penjualan mobil, penyerapan tenaga kerja lebih tinggi, peningkatan pendapatan rumah tangga dan pendapatan negara.

Industri otomotif sendiri merupakan sektor yang memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap sektor-sektor yang terkait dengannya.

1 dari 4 Halaman

"Ke hulu, sektor otomotif, telah meningkatkan demand atas output sektor seperti industri komponen mesin, ban, valve, filter dan lain sebagainya. Sementara itu, ke hilir produk otomotif telah berdampak terhadap sektor pembiayaan keuangan, alat transportasi dan lainnya," ungkap Direktur ISI, Luky Djani, dalam webinar bertjakuk 'Evaluasi Dampak Program Relaksasi PPnBM DTP Kendaraan Bermotor', kamis (19/8/2021).

Luky menjelaskan, penjualan mobil yang masuk dalam skema program relaksasi pada periode pertama yakni sebelum pandemi mencapai 126.681 unit. Pada bulan Maret 2019 penjualan mobil sekitar 46.544 unit dan terus menurun pada bulan April dan Mei menjadi 40.000 unit dan 40.137 unit.

"Pada periode awal pandemi, penjualan semakin menurun menjadi 44.844 unit dimana penurunan terendah terjadi pada bulan April dan Mei 2020 dimana penjualan mencapai 9.426 dan 6.907 unit," ungkapnya.

 

2 dari 4 Halaman

Namun setelah pemberlakukan program relaksasi PPnBM DTP mulai bulan Maret 2021, penjualan mobil yang masuk dalam skema relaksasi ini meningkat menjadi 99.370 unit. Lonjakan penjualan tertinggi terjadi pada bulan Maret 2021 dengan volume penjualan mencapai sekitar 40.833 unit.

"Program PPnBM DTP meningkatkan nilai penjualan mobil sebesar Rp 22,95 triliun. Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 10,62 triliun," jelas Luky.

Pendapatan reparasi sepeda motor juga naik

 

3 dari 4 Halaman

Pendapatan rumah tangga dan negara

Dampak lain dari relaksasi pajak sebagaimana temuan ISI, diantaranya terjadi peningkatan sektor non-industri sebesar Rp 6 triliun, dengan porsi terbesar pada perdagangan besar dan eceran, seperti reparasi mobil dan sepeda motor sebesar Rp 3,2 triliun, transportasi dan pergudangan sebesar Rp 772 miliar, dan Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar Rp 643 miliar.

PPnBM DTP, lanjut Luky, berpotensi menciptakan kesempatan kerja total sebesar 183 Ribu orang, dengan koposisi paling besar berasal dari pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 77.301 orang, industri pengolahan 75,452 orang, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda Motor sebesar 17.719 orang, transportasi dan pergudangan sebesar 3.159 orang, dan pertambangan dan penggalian sebesar 2.043 orang.

4 dari 4 Halaman

Selain itu PPnBM DTP Berpotensi menciptakan pendapatan rumah tangga total sebesar Rp 6,6 triliun. Contoh lain dari sekian temuan ISI adalah naiknya pendapatan negara. Total pendapatan negara yang diperoleh dengan PPnBM DTP sebesar Rp 5,17 triliun. Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 3,3 triliun.

"Potential Loss berupa insentif PPnBM DTP yang dimanfaatkan oleh konsumen sebesar Rp 2,3 trilliun, Potential Gain berupa potensi pendapatan yang masih dapat dipungut akibat peningkatan penjulan mobil sebesar Rp 5,17 triliun yang berasal dari PPN, PKB, dan BNKB," paparnya.

BERI KOMENTAR