HOME » BERITA » EFEK JANGKA PANJANG PEMAKAIAN OLI PALSU, MESIN RUSAK

Efek Jangka Panjang Pemakaian Oli Palsu, Mesin Rusak

Pemakaian oli palsu bisa mengorbankan mesin mobil. Termasuk juga berpengaruh dengan umur kendaraan.

Selasa, 31 Desember 2019 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Efek Jangka Panjang Pemakaian Oli Palsu, Mesin Rusak
Ilustrasi penggantian oli (cbc.ca)

OTOSIA.COM - Jangan mudah tergiur dengan rayuan harga oli yang murah. Sebab, jika ternyata oli berharga murah itu palsu, mobil bisa jadi korban.

Memang, efeknya tak langsung. Tapi efek jangka panjangnya bisa membuat mesin mobil rusak, seperti dikutip dari laman Suzuki Indonesia.

Penggunaan jangka panjang oli palsu akan berpengaruh pada umur kendaraan. Tak jarang gejala turun mesin terjadi karena seluruh komponen tak mampu bekerja dengan maksimal.

Tak sesuai kebutuhan mesin kendaraan, gesekan yang terjadi di beberapa komponen tidak bisa diredam dengan baik.

Meski penggunaan jangka pendek tidak akan memberikan efek besar, komponen-komponen yang akan menjadi korban dari pemakaian oli palsu jangka panjang ialah piston dan dinding silinder.

Hal ini dikarenakan kedua komponen tersebut harus bekerja keras untuk menghasilkan gesekan dan panas yang tinggi. Jika mobil menggunakan oli palsu maka komponen ini tidak akan terlumasi dengan sempurna.

1 dari 1 Halaman

Efek Jangka Panjang Pemakaian Oli Palsu, Mesin Rusak

Selain itu, kepala silinder tempat klep dan noken as akan menghasilkan gesekan yang tinggi. Dalam jangka waktu lama, pemakaian oli palsu akan menyebabkan noken as tergerus dan hancur.

Oli palsu yang digunakan terus-menerus juga bisa menyebabkan endapan oli di bagian mesin. Endapan ini bisa menjadi salah satu penyebab rusaknya mesin.

Bila mesin sudah mengalami kerusakan, pemilik harus mengeluarkan dana sangat tinggi. Karena itulah selalu gunakan oli asli sesuai standar pabrikan. Lakukan proses ganti oli di bengkel resmi agar oli yang digunakan asli dan sesuai standar yang sudah ditetapkan.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR