HOME » BERITA » EFEK PANDEMI COVID-19, GIIAS 2020 BATAL

Efek Pandemi COVID-19, GIIAS 2020 Batal

GIIAS 2020 batal, tapi ada event pengganti.

Rabu, 19 Agustus 2020 21:45 Editor : Cornelius Candra
Efek Pandemi COVID-19, GIIAS 2020 Batal
GIIAS 2019 (Istimewa)

OTOSIA.COM - Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai di Indonesia memaksa Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) untuk urung mengadakan pameran tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020. Sebelumnya, ajang ini sempat diundur hingga akhir Oktober mendatang.

"Pada setiap penyelenggaraan GIIAS, membutuhkan persiapan yang kompleks, detil dengan waktu yang cukup panjang, oleh karena itu, melihat waktu yang semakin pendek, GAIKINDO mengambil keputusan untuk membatalkan penyelenggaraan GIIAS 2020-BSD City," terang Yohanes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo melalui keterangan resminya.

Meski demikian, bukan berarti Gaikindo tidak berusaha meningkatkan penjualan otomotif di Indonesia pada 2020 ini. Mereka hadir dengan konsep baru dan memutuskan untuk menggelar Jakarta Auto Week pada 21-29 November 2020 di Jakarta Convention Center (JCC).

1 dari 1 Halaman

"Seperti yang kita ketahui GIIAS fokus mengedepankan ajang peluncuran produk dan teknologi terbaru dari industri otomotif. Sedang GAIKINDO Jakarta Auto Week tujuannya adalah untuk menggenjot penjualan mobil baik existing product ataupun yang baru diluncurkan pada pelaksanaan pameran," ungkap Rizwan Alamsjah, Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo.

Gaikindo Jakarta Auto Week akan menggunakan keseluruhan area JCC, sebesar lebih kurang 30 ribu meter persegi. Gaikindo berharap dengan pemilihan waktu di akhir tahun, area dan lokasi pameran yang strategis akan berdampak positif bagi industri otomotif, sekaligus memberi kemudahan bagi para pengunjung.

Harapan lainnya, Gaikindo Jakarta Auto Week mampu dihadiri oleh 250 ribu pengunjung. Hal ini tentu disesuaikan dengan pembatasan sosial dan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

"Penyelenggaraan pameran akan tetap berpatokan pada protokol pengamanan Covid-19, yang juga mencakup pembatasan jumlah pengunjung pada satu waktu, agar tetap aman," tutur Rizwan.

BERI KOMENTAR