HOME » BERITA » EFEK PERANG DAGANG, HARGA MOBIL NAIK RP 250 JUTA

Efek Perang Dagang, Harga Mobil Naik Rp 250 Juta

Selasa, 10 Juli 2018 21:52

Efek Perang Dagang, Harga Mobil Naik Rp 250 Juta
Foto by Carscoops
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China berdampak pada berbagai bidang. Kini, sektor otomotif pun terimbas perang dagang.

Tesla, merek mobil asal negeri Paman Sam, menjadi brand pertama yang terpaksa menaikkan harga mobilnya di pasar China.

Harga mobil Tesla di China naik hingga lebih dari Rp 250 juta. Kenaikan ini, lantaran China sejak jumat lalu sudah mulai mengenakan bea lebih untuk mobil asal Amerika Serikat. Perlakuan pemerintah China ini demi membala sikap Presiden Donald Trump yang menabuh genderang perang dagang membatasi impor produk China.

Adapun unit mobil yang dinaikkan harganya, jenis Model S dan Model X, dua tipe kendaraan listrik lansiran Tesla yang paling populer di sana. Model S, sedan mewah pesaing Mercedes-Benz E Class dalam komposisi tanpa mesin, sedangkan Model X berwujud crossover.

Hal ini tentunya merugikan bagi Tesla. Pasalnya, produsen mobil listrik itu mengandalkan China sebagai salah satu kontributor terbesar penjualannya. Negeri tirai bambu menyokong tak kurang 17 persen dari total pendapatan Tesla secara global di 2017. Setiap tahunnya, 15.000 unit mobil listrik berbagai jenis dikirim dari AS ke China.

Menaikkan harga mobil, otomatis menurunkan penjualan. Namun kerugian finansial ini harus diterima, karena Tesla tak mampu menangani tingginya biaya tarif masuk. Ini biasa, toh penurunan bisa ditanggulangi dengan meningkatkan penjualannya di negara lain," jelas Analis dari CFRA, Efraim Levy.

Langkah yang dilakukan Tesla bagi banyak pengamat ekonomi, dinilai sangat bijak dan responsif. Perusahaan ini memang berskala kecil dibanding merek lain yang terimbas perang dagang AS-China. Karenanya, mereka bisa dengan mudah menaikkan harga walaupun Mei lalu baru saja menurunkannnya.

Langkah Tesla, nampaknyaakan dilakukan oleh pabrikan lain dalam waktu dekat. Beberapa merek lain dikabarkan menggunakan strategi lain untuk menyiasati efek perang dagang.

Seperti dilansir The Verge, ada brand yang berlomba dengan waktu utnuk mengpimpor besar-besaran ke AS dan China sebelum tarif diberlakukan.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/tys)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-7-12
detail

BERITA POPULER