HOME » BERITA » EFEK SERING GONTA-GANTI BAHAN BAKAR

Efek Sering Gonta-Ganti Bahan Bakar

Senin, 11 Juni 2018 20:45

Efek Sering Gonta-Ganti Bahan Bakar
Ilustrasi/Istimewa
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pilihan bahan bakar di Indonesia beragam. Mulai dari yang ber-octane terendah, Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus, dan untuk mesin diesel Pertamax Dex dan Dexlite. Bahkan beberapa SPBU masih menyediakan Premium.

Beragam persediaan bahan bakar ini juga disesuaikan dengan kebutuhan mesin kendaraan. Biasanya, kalau bahan bakar yang biasa dipakai habis, maka akan menggunakan apa saja yang ada. Bahaya tidak ya?

Melansir Suzuki Indonesia, kalau dilakukan hanya satu kali karena darurat, sepertinya tak masalah. Sebab, semua jenis bahan bakar pada dasarnya memiliki unsur penyusun yang sama di atas rantai hidrokarbon. Sehingga tak masalah jika bahan bakar pertama dan kedua tercampur dalam satu tangki.

Lalu, jika ingin beralih ke bahan bakar lama? Tinggal tunggu saja bahan bakar pengganti habis. Selanjutnya baru isi dengan bahan bakar lama. Atau jika ingin berganti ke bahan bakar baru pun boleh, asal harus konsisten.

Masalahnya adalah, justru banyak orang yang seenaknya gonta-ganti bahan bakar. Padahal setiap mesin punya nilai kompresi yang berbeda. Umumnya, nilai kompresi dan bahan bakar sudah disesuaikan.

Saat bahan bakar diganti, otomatis mesin juga harus menyesuaikan kembali kompresinya. Peralihan yang sangat cepat inilah yang bisa mendatangkan dampak buruk bagi mesin. Salah satunya soal performa yang loyo, mesin mudah rusak dan bahkan sulit dihidupkan.

Hal yang sama pun berlaku saat Otolovers gonta-ganti merek BBM. Misalnya dari Pertamina ke Shell. Sebab, tiap produsen memiliki konfigurasi yang berbeda, sehingga perbedaan inilah yang bisa membuat mesin kaget dan menimbulkan masalah di dalamnya. Intinya, konsisten.

 (kpl/tys)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-6-11
detail

BERITA POPULER