HOME » BERITA » EKSPLOITASI WANITA DALAM OTOMOTIF MULAI DITINGGALKAN?

Eksploitasi Wanita dalam Otomotif Mulai Ditinggalkan?

Kamis, 08 Maret 2018 15:15 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi : Nazar Ray

OTOSIA.COM - Para wanita seperti usher dan model menggoda kerap dimanfaatkan produsen otomotif untuk meramaikan kegiatan-kegiatan marketing dan promosi maupun pameran akbar. Kecantikan dan keindahan tubuh menjadi daya tarik untuk memancing perhatian orang.

Pastinya kemunculan mereka bukan bertujuan sebagai pendongkrak imej produk. Kehadiran mereka lebih ke pemancing crowd dan direct sales.

Namun, cara-cara memanfaatkan wanita-wanita sudah mulai ditinggalkan beberapa produsen otomotif. Bahkan, BMW beberapa tahun lalu sudah melakukan cara berbeda. Jika brand mewah lain menampilkan wanita-wanita cantik sebagai daya pikat, justru BMW memilih mahasiswa-mahasiswi berprestasi sebagai pengganti SPG atau usher.

Jadi selama pameran akbar otomotif jangan harap menemui wanita semampai, berkulit putih mulus, cantik dan berpenampilan di area pamer BMW Indonesia.

Mereka yang dipilih menggantikan SPG adalah mahasiswa berbakat yang tergabung dalam BMW Apprentice. BMW Apprentice adalah bagian dari program Corporate Social Responsibility BMW Group Indonesia yang bertujuan untuk membangun generasi muda calon pemimpin masa depan Indonesia.

Langkah lainnya ditempuh oleh PT Wacana Prima Sentosa selaku produsen aki Massiv. Cara-cara memancing perhatian dengan memanfaatkan kemolekan tubuh sudah dihentikan karena punya kesan mengeksploitasi tubuh wanita. Sebagai gantinya, Massiv melakukan aktivitas promosi dalam bentuk yang lain.

Kita sudah meninggalkan ekploitasi wanita karena ditakutkan imej yang timbul malah tidak baik. Budgetnya kita memanfaatkan ke kegiatan promosi yang lain. Misalnya kita punya program Massiv Amal. Program ini mengusung tagline "berbagi ilmu" ke dunia pendidikan, kata Satriawan Agung, Corporate Public Relation Officer PT Wacana Prima Sentosa.

Dalam program ini, setiap aki yang dibeli konsumen, akan disishkan Rp 5000 untuk kegiatan pendidikan. Jadi pada intinya, mereka enggan memberikan bantuan dalam bentuk donasi sesaat sehingga muncullah ide Massiv Amal ini, tambahnya.

Berbeda dengan BWW dan aki Massiv, Federal Oil tetap mempertahankan konsep penggunaan wanita pada event-event pemasaran mereka, namun tidak mengeksploitasi kemolekan tubuh yang berlebihan. Bagaimanapun, kata Federal Oil, dara-dara cantik tetap diperlukan untuk pemancing perhatian.

Kesan bahwa dalam dunia otomotif wanita diperlukan untuk menarik perhatian relatif kami amini. Sejauh ini memang dalam porsi-porsi tertentu. Kami menggunakan wanita dalam kegiatan promosi Federal Oil. Maka dalam konteks ini kami anggap relatif diperlukan kehadirannya, kata Ivan Ally, Marketing Communication & Digital Branding Federal Oil.

Federal Oil memanfaatkan SPG cantik dan model berpakaian minim sebagai tools ini untuk attraction point, stop point, dan sebagainya. Namun diakui, hal tersebut tidaklah berimbas pada sisi penjualan dan imej produk.

Direct terjadi sales akan kehadiran wanita memang tidak, namun daya tarik ini berpotensi menciptakan crowd yang pada gilirannya kami harapkan menciptakan sales. Mengenai imej produk, Kami memang tak bertujuan mengarahkannya ke arah itu, kata Ivan.

Federal Oil menetapkan kriteria-kriteria tertentu terhadap wanita yang meramaikan aktivitas pemasaran. Jadi tidak asal comot dan tidak sebatas bertubuh aduhai.

Standar yang digunakan Federal Oil adalah good looking dan good behaviour. Mengenai busana, Federal Oil menyandarkan pada soul dan value colour product. Jadi, kata Ivan, tetap merujuk kepada brand essence yang dimiliki produk perusahaan.

Sejauh ini kami tidak mengeksplorasi terlalu jauh kehadiran wanita-wanita ini. Kami benar-benar menempatkannya dalam situasi yang pas. Jadi kami kira, kami akan gunakan konsep ini sebagaimana keperluannya," ujarnya.

Reporter : Nazarrudin Ray

(kpl/nz/crn)

BERI KOMENTAR