HOME » BERITA » EKSPOR ERTIGA JADI DEWA PENOLONG SUZUKI DI MASA PANDEMI

Ekspor Ertiga Jadi Dewa Penolong Suzuki di Masa Pandemi

Suzuki Ertiga dan New Carry menjadi penopang ekspor Suzuki Indonesia di masa pandemi. Ekspor keduanya mengalami kenaikan yang cukup besar.

Kamis, 17 Desember 2020 23:15 Editor : Nazarudin Ray
Ertiga Jadi penopang ekspor Suzuki Indonesia (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Kendati pasar mobil dalam negeri merosot akibat pandemi, namun lain halnya dengan ekspor. Beberapa mobil yang diproduksi di Indonesia mampu menopang pasar ekspor, terutama ke negara tujuan di Asia Tenggara.

All New Ertiga dan New Carry misalnya. Keduanya menjadi pendorong meningkatnya volume ekspor PT Suzuki Indomobil Motor (SIM).

Dari total 3.957 unit Suzuki yang berhasil dikapalkan, All New Ertiga berkontribusi sebanyak 1.414 unit atau 35,7 persen, disusul New Carry sebanyak 1.281 unit atau sebesar 32 persen.

Tercatat bulan November permintaan ekspor terbanyak pada datang dari Vietnam sebesar 25 persen dari total angka ekspor Suzuki Indonesia dan Filipina sebesar 20 persen.

"Kami berupaya terus melakukan ekspor ke berbagai negara sehingga di bulan November ekspor All New Ertiga naik 32 persen dari bulan sebelumnya. Bahkan ekspor New Carry naik 60 persen dari bulan Oktober," ujar Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control SIM.

Produk unggulan Suzuki di pasar ekspor tersebut menggunakan komponen lokal hingga mencapai 85 persen sehingga dapat berkontribusi pada ekonomi dan pasar otomotif nasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), memasuki semester kedua angka ekspor perlahan mulai mengalami pertumbuhan.

Sepanjang Januari hingga November 2020, Suzuki berhasil mengekspor 41.988 unit kendaraan yang didominasi oleh All New Ertiga, New Carry, dan XL7.

"Positifnya angka ekspor Suzuki All New Ertiga dan New Carry, serta model Suzuki lainnya membuktikan bahwa produk-produk Suzuki Indonesia diakui kualitasnya dan diterima dengan baik oleh dunia internasional," tutup Aris.

(kpl/nzr)

BERI KOMENTAR