HOME » BERITA » ENGGAK LAMA LAGI, URUS SIM DAN STNK BAKAL BISA DILAKUKAN SECARA ONLINE

Enggak Lama Lagi, Urus SIM dan STNK Bakal Bisa Dilakukan Secara Online

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mengatakan, Polri memiliki program dalam upaya peningkatan kegiatan pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi. Seperti SIM dan STNK yang akan bisa diurus secara online.

Sabtu, 13 Maret 2021 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Enggak Lama Lagi, Urus SIM dan STNK Bakal Bisa Dilakukan Secara Online
Smart SIM (Korlantas Polri)

OTOSIA.COM - Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bakal bisa dilakukan secara online. Hal itu diungkapkan saat Rakernis Fungsi Lantas di Pusdiklantas Polri, Tangerang Selatan, Rabu (10/3/2021).

Pengurusan SIM dan STNK secara digital itu ditarketkan selesai dalam waktu 100 hari ke depan. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mengatakan, Polri memiliki program dalam upaya peningkatan kegiatan pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi.

1 dari 3 Halaman

Dijelaskan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit mengungkapkan, dalam rakernis tersebut, Polri memiliki program dalam upaya peningkatan kegiatan pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi.

"Ini tentunya menjadi suatu capaian yang saya harapkan bisa diselesaikan dalam waktu 100 hari. Sehingga kemudian masyarakat betul bisa merasakan pelayanan Kepolisian dengan mengandalkan teknologi. Sebagai contoh ujian SIM dengan menggunakan aplikasi. Sehingga bisa dilakukan online, bagaimana membuat STNK, BPKB dengan menggunakan teknologi informasi," ucap Kapolri Jendral Pol Listyo, seperti disitat dari Merdeka.com, ditulis Jumat (12/3/2021).

 

2 dari 3 Halaman

Lanjut Kapolri, masyarakat tidak perlu hadir ke Kantor Polisi dan hanya tinggal menggunakan aplikasi layanan yang dibutuhkan. Setelah selesai akan dikirim dengan sistem delivery.

Tidak hanya layanan kelalulintasan saja, dalam Rakornis tersebut, Kapolri juga menyatakan peningkatan pelayanan Kepolisian dalam penegakan hukum lalu lintas juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

 

3 dari 3 Halaman

"Melakukan penegakan hukum lalu lintas dengan tidak perlu melakukan interaksi, yaitu dengan sistem ETLE (electronic traffic law enforcement) dan ini waktu 100 hari akan dikembangkan ke 11 wilayah dan setelah itu, akan dilanjutkan sehingga 34 wilayah Polda semuanya bisa melaksanakan, itu menjadi konsen kami," pungkasnya.

Reporter: Arief Aszhari

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR