HOME » BERITA » ESEMKA, BRAND LOKAL TAPI TAK MAU DISEBUT MOBIL NASIONAL

Esemka, Brand Lokal Tapi Tak Mau Disebut Mobil Nasional

Meski merupakan merek Indonesia dan diproduksi secara lokal, Esemka tak ingin disebut sebagai mobil nasional.

Rabu, 14 Agustus 2019 19:15 Editor : Cornelius Candra
Esemka, Brand Lokal Tapi Tak Mau Disebut Mobil Nasional
Spyshot Esemka Garuda 1 (Arsip Otosia)

OTOSIA.COM - Merek Esemka sudah digadang-gadang sebagai mobil nasional (mobnas). Bahkan, rumor ini telah beredar sejak Presiden Indonesia, Joko Widodo, masih menjabat sebagai Walikota Solo.

Namun, seiring berjalannya waktu, kendaraan yang dikembangkan oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini belum diketahui pasti nasibnya, baik produksinya dan juga model yang bakal dijual.

Namun, mengutip dari Liputan6.com, hari ini (13/8/2019), merek yang kini berada di bawah PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) ini telah resmi menandatangani letter of intens dengan beberapa perusahaan komponen dalam negeri di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dijelaskan Presiden Direktur PT SMK, Eddy Wirajaya, dengan adanya kesepakatan ini, kami mengundang perusahaan komponen untuk menawarkan produknya, dan apakah ada yang cocok dengan produk yang bakal diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah ini.

1 dari 1 Halaman

Fokus di Pikap

Esemka, Brand Lokal Tapi Tak Mau Disebut Mobil NasionalFokus di Pikap

Saat ini kami tetap on progress, menyiapkan fasilitas (perakitan), dan tipe kendaraannya, jelas Eddy di sela-sela pameran komponen otomotif dalam negeri di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan.

Lanjut Eddy, saat ditanya Esemka yang dibandingkan dengan mobil nasional (mobnas) dari berbagai negara, seperti Malaysia dan Vietnam, pihaknya masih enggan produknya ini disebut sebagai mobnas.

Kami bukan mobil nasional, hanya mobil yang diproduksi di Indonesia. Jadi, jangan salah persepsi, karena pengertian mobil nasional itu luas, tegasnya.

Sementara itu, saat ini pihaknya akan berkonsentrasi ke model pikap, yang disebut Bima. Model ini, nantinya akan diluncurkan dalam beberapa tipe, dan dibedakan antara kapasitas mesin dan size mobilnya.

Kenapa pikap? Karena itu bagian dari strategi kita sebagai manajemen. Kami ingin bagaimana menyeimbangkan daerah terpinggirkan, dan mulai dari situ, tambahnya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR