HOME » BERITA » ETLE DIANGGAP MERUGIKAN, KORLANTAS POLRI JELASKAN SISTEM TANPA TIPU-TIPU

ETLE Dianggap Merugikan, Korlantas Polri Jelaskan Sistem Tanpa Tipu-Tipu

Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang diberlakukan di sejumlah kota dinilai dapat meminimalisir aksi penyelewengan oleh oknum petugas di jalan raya.

Selasa, 30 Maret 2021 22:15 Editor : Nazarudin Ray
ETLE Dianggap Merugikan, Korlantas Polri Jelaskan Sistem Tanpa Tipu-Tipu
Ilustrasi tilang langsung (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Tilang elektronik atauElectronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sudah diluncurkan termasuk untuk ETLE Mobile pada 23 Maret 2021. Pelanggaran lalu lintas akan terekam melalui kamera ETLE dan polisi akan memakai rekaman itu untuk menindak.

Di sisi lain, penerapan ETLE dianggap sebagai momok. Hal tersebut diutarakan pulaKasi Produk Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri,AKBP Danang Sarifudin dalam Webinar Indonesia Road Safety Award (IRSA), Selasa (30/3/2021).

1 dari 2 Halaman

"Ketika diterapkan, banyak komplain menganggap ETLE ini sebagai momok, hal yang merugikan. Justru ini meniadakan singgungan dengan oknum penyelewengan dan masyarakat masih suka amplop-amplop," kata Danang.

Tidak ada lagi tipu-tipu, sebab hasil rekaman kamera menjadi alat bukti untuk melakukan penilangan. Keberadaan kamera pun semakin komplet sebab selain yang terpasang di jalan-jalan tertentu, ada pula yang mobile, seperti action cam-interkom Sena 10C dan 10C Pro yang terpasang di helm.

2 dari 2 Halaman

"Dengan ETLE tidak ada yang bisa menipu, mengelabui, karena konkret di lapangan, itulah yang ada, yang terekam oleh alat elektronik tadi," ujarnya.

Penerapan ETLE sendiri merupakan bagian dari Road Safety Policing. Program besar ini didukung oleh sejumlah sistem yang sudah tersedia, antara lain TMC (Traffic Management Centre), SSC (Safety and Security Centre), ERI (Electronic Registration and Identification), SDC (Safety Driving Centre).

BERI KOMENTAR