HOME » BERITA » FAKTA DI BALIK LAMBORGHINI YANG TIBA-TIBA TERBAKAR

Fakta di Balik Lamborghini yang Tiba-Tiba Terbakar

Meski terkenal dengan fitur keselamatan, kasus Lamborghini yang terbakar bukanlah hal baru. Kasus seperti itu beberapa kali terjadi.

Rabu, 06 November 2019 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Fakta di Balik Lamborghini yang Tiba-Tiba Terbakar
Lamborghini milik Raffi Ahmad (Youtube/RANS)

OTOSIA.COM - Nama Lamborghini dikenal di seluruh dunia. Bahkan anak kecil pun mungkin tahu dengan merek mobil buatan Italia itu. Sebagai mobil pabrikan Italia, Lamborghini juga terkenal dengan mobil dengan fitur keselamatan tinggi.

Lamborghini memastikan bahwa mobil mereka melewati uji coba dengan standar tinggi. Tapi tak sedikit mobil Lamborghini yang tiba-tiba terbakar saat dipakai. Melansir Cartoq, rupanya, menghidupkan kembali mobil saat idle menyebabkan knalpot bisa mengeluarkan api. Dalam beberapa kasus, parahnya bisa menyebabkan kebakaran.

Lamborghini menggunakan campuran bahan bakar dan udara yang banyak pada putaran tinggi untuk memaksimalkan daya. Jika mobil dalam kondisi idle dan terus-menerus berputar pada RPM tinggi, udara yang stagnan dapat membuat mesin cukup panas. Temperatur asap knalpot yang tinggi bisa menyebabkan kebakaran.

Jadi, jika Lamborghini tiba-tiba terbakar, itu bukan hanya diakibatkan oleh pengendara yang salah mengoperasikan supercar dengan harga selangit itu. Terkait kasus-kasus seperti ini, Lamborghini pernah me-recall Aventador di seluruh dunia.

1 dari 2 Halaman

Penyebab Supercar Terbakar

Fakta di Balik Lamborghini yang Tiba-Tiba TerbakarPenyebab Supercar Terbakar

Supercar Lamborghini Aventador Raffi Ahmad pada Sabtu pekan lalu (19/10) terbakar di kawasan Sentul, Bogor. Kabarnya, penyebab peristiwa nahas tersebut ialah mesin yang overheat.

Kejadian Lamborghini overheat bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Sebelumnya, di akhir 2013, sebuah Lamborghini mogok dan mengepulkan asap sehingga membuat macet jalan di depan DPR.

Ada lagi peristiwa di Jakarta April 2019 seperti yang diunggah Instagram @mobilgue yang menunjukkan sebuah Lamborghini sedang mengeluarkan asap putih dengan cairan hijau radiator tercecer di jalan.

Bila dicermati, ketiga peristiwa tersebut diawali dengan kondisi jalan yang tidak 'normal' untuk sebuah supercar. Jalan macet atau lalu lintas lambat dengan suhu udara tinggi tidak bersahabat dengan supercar ini. Ujungnya ketiga Lamborghini itu overheat.

Robert Hodges, Pakar Teknis Keselamatan Jalan dari Inggris seperti dilansir thenational.ae menyebutkan, "Setiap pemilik supercar harus benar-benar menyadari bahwa musim panas di wilayahnya dapat menghadirkan masalah nyata."

Hodges juga menyatakan sejumlah supercar tidak memiliki spesifikasi yang cocok untuk daerah yang bersuhu tinggi. "Sejumlah pemilik membeli supercar dari grey market yang berujung pada masalah overheat."

2 dari 2 Halaman

Butuh Perlakukan Khusus

Fakta di Balik Lamborghini yang Tiba-Tiba TerbakarButuh Perlakukan Khusus

Ia menyarankan agar pemilik mobil memastikan lagi sejumlah spesifikasi teknis mobilnya. Setidaknya pelumas dan cairan pendingin harus benar-benar sesuai dengan kondisi iklim mobil itu berada.

Kasus Lamborghini terbakar tidak saja terjadi di Indonesia seperti yang dialami Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad. Sejumlah supercar asal Italia itu juga mengalami nasib yang sama di Uni Emirat Arab, negara dengan temperatur udara yang relatif tinggi.

Dari catatan thenational.ae, ada tiga kondisi yang membuat Lamborghini terbakar. Pertama karena overfuelling. Pemilik atau petugas SPBU mengisi bahan bakar terlalu banyak. Mobil terbakar karena BBM tumpah atau uap BBM yang langsung tersulut panasnya mesin.

Berikutnya karena overheating. Sistem pendinginan mobil tidak dapat mengontrol dan menahan panas mesin. Terakhir karena overrev, RPM mesin terlalu tinggi sehingga membuat panas berlebih.

"Banyak supercar yang sering dikendarai dengan sangat keras dan pada putaran tinggi dan pengemudinya memperbesar pompa bensin sehingga mesin mereka sangat panas. Dalam beberapa kasus manifold saluran keluarnya dapat menyala merah karena panas," Robert Hodges, Pakar Teknis Keselamatan Jalan asal Inggris.

Mengutip dari Liputan6.com, agar Lamborghini tidak mengalami hal buruk lagi, Hodges menyarankan perlakuan khusus untuk supercar.

?Berkendara selama beberapa mil terakhir dengan kecepatan yang lebih lambat, lebih lembut untuk membuat sistem pendingin mobil dan ruang mesin sedikit lebih dingin sebelum berhenti."

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR