HOME » BERITA » FAKTA DI BALIK SEDERET HOAKS TERKAIT LARANGAN MUDIK 2021

Fakta di Balik Sederet Hoaks Terkait Larangan Mudik 2021

Banyak informasi tentang larangan mudik yang beredar di media sosial. Tapi setelah ditelusuri, tidak semua informasi itu benar. Beberapa di antaranya adalah informasi hoaks.

Senin, 03 Mei 2021 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Fakta di Balik Sederet Hoaks Terkait Larangan Mudik 2021
Ilustrasi lalu lintas (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pemerintah kembali melarang masyarakat untuk melakuka aktivitas mudik Lebaran 2021. Kebijakan ini dilakukan agar tak terjadi gelombang kedua COVID-19.

Meski begitu, gejolak tetap muncul di tengah masyarakat. Tak ketinggalan, banyak pula informasi hoaks terkait kebijakan larangan mudik yang menyertanya.

Mulai dari informasi pembayaran sanksi, hingga munculnya informasi pencabutan kebijakan larangan mudi. Tapi setelah ditelusuri tim Cek Fakta Liputan6.com, sederet informasi tersebut tidak benar adanya.

Berikut sederet informasi hoaks larangan mudik hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1 dari 3 Halaman

1. Video Siaran Berita Larangan Mudik Dicabut

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim siaran beritar larangan mudik dicabut, klaim tersebut diunggah akun Facebook Yahdi Mahyassa pada 28 April 2021.

Klaim siaran beritar larangan mudik dicabutberupa video seorang pembawa berita perempuan menggunakan bahasan asing, pada bagian bawah penyiar perempuan tersebut terdapat tulisan "AKHIRNYA, LARANGAN MUDIK DICABUT".

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Akhirnya larangan mudik dicabut.. ????????"

Benarkah klaim siaran beritar larangan mudik dicabut? Simak penelusuran  Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim siaran berita larangan mudik dicabut tidak benar.

Video tersebut beredar sebelum pemerintah menetapkan larangan mudik.

2 dari 3 Halaman

2. Boleh Mudik tapi Bayar Denda

Kabar tentang mudik diperbolehkan tapi bayar denda beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Limade pada 25 April 2021.

Akun Facebook Limade mengunggah gambar karikatur mirip Presiden Jokowi yang tengah menulis. Berikut isi tulisannya:

"Mudik boleh Tapi Bayar denda"

Akun Facebook Limade kemudian mengaitkan gambar tersebut dengan diperbolehkannya mudik asalkan membayar denda.

"Kabar baik, sekaligus kabar buruk," tulis akun Facebook Limade.

Konten yang disebarkan akun Facebook Limade telah 6 kali dibagikan dan mendapat 12 komentar warganet.

Benarkah kabar mudik diperbolehkan tapi bayar denda? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, Kabar tentang mudik diperbolehkan tapi bayar denda ternyata tidak benar. Faktanya, larangan mudik bersifat mutlak. Tidak ada aturan yang menyebut bahwa mudik diperbolehkan asalkan membayar denda.

3 dari 3 Halaman

3. Sanksi atau Denda Larangan Mudik 2021

Beredar di media sosial postingan terkait informasi denda atau sanksi larangan mudik tahun 2021. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya adalah bernama Andy M. Dia mempostingnya di Facebook pada 30 Maret 2021.

Dalam postingannya terdapat gambar dengan judul "Sanksi Mudik". Gambar itu disertai informasi terkait yang dilarang, pengecualian hingga sanksi. Di sudut kiri atas juga terdapat logo website 'Kumparan'.

Akun itu juga menambahkan narasi "SANGSI LARANGAN MUDIK 2021". Hingga saat ini postingan itu mendapat 12 komentar dan satu kali dibagikan.

Lalu benarkah informasi terkait denda atau sanksi larangan mudik 2021 seperti postingan tersebut? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan berisi informasi terkait denda atau sanksi larangan mudik tahun 2021 adalah tidak benar. Faktanya gambar itu merupakan informasi untuk mudik tahun 2020 dan hingga saat ini denda atau sanksi terkait larangan mudik tahun 2021 masih dibahas.

Penulis: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR