HOME » BERITA » FAKTA DI BALIK VIRALNYA PEREMPUAN PAKAI APD YANG DIDUGA JUALAN SURAT SWAB COVID1-9 DI DALAM BUS

Fakta di Balik Viralnya Perempuan Pakai APD yang Diduga Jualan Surat Swab COVID1-9 di Dalam Bus

Beredar video yang menyebut perempuan memakai APD berjualan surat swab COVID-19. Polisi menyebut hal video itu hanyalah potongan.

Rabu, 28 Juli 2021 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Fakta di Balik Viralnya Perempuan Pakai APD yang Diduga Jualan Surat Swab COVID1-9 di Dalam Bus
Perempuan diduga berjualan surat swab COVID-19 (Instagram/sumsel_aktif)

OTOSIA.COM - Sebuah video yang menunjukkan perempuan mengenakan APD di dalam bus menghebohkan publik. Pasalnya, perempuan tersebut diduga sedang berjualan surat keterangan hasil swab COVID-19.

Pada video yang dibagikan akun Instagram @sumsel_aktif pada 26 Juli 2021 lalu tersebut terdengar percakapan seorang laki-laki dan perempuan yang menggunakan APD. Sambil memberikan kertas-kertas yang diduga surat hasil swab dan menerima uang, perempuan tersebut menjawab beberapa pertanyaan.

1 dari 7 Halaman

Kurang lebih begini isi percakapan mereka dalam video yang sempat viral itu:

"Bayar berapa bu?" tanya seorang laki-laki.

"90 ribu pak," jawab si perempuan.

"Itu dikasi jangka waktu?"

"24 jam pak."

2 dari 7 Halaman

Dalam video tersebut juga terlihat beberapa keping KTP yang diduga milik para penumpang. Si perempuan tersebut pun dituduh menjual hasil swab.

Sementara pada keterangan video yang ditulis akun @sumsel_aktif, disebutkan bahwa bus tersebut sedang berada di jalan tol. Maka penumpang terkesan dipaksa untuk 'membeli' surat tersebut

"Ibu Ini Sedang Jual Hasil Swab?

Harga 90rb Untuk 24 Jam

Kondisi ada di dlm tol jd penumpang mau gak mau, suka tdk suka ya belilah

Mau turun ditol bgmn?. Ini yg bikin Indonesia kacau balau gak rampung2 covidnya tanpa swab bs naik bs ke luar kota, saling tular menular tanpa henti

Hebat! Hebat! Hebat! Hebaaattt mrk mencari keuntungan utk diri sendiri...tdk peduli sikon pandemi negara... Ternyata semua jd ladang bisnis berkedok covid... mbaknya bilang tidak ikhlas gambarnya di viralkan.

Saya sebagai rakyat juga sama, tidak ikhlas melihat bisnis hasil swab palsu ini.????" begitu tertulis pada keterangan video yang sudah ditonton 2.603 kali ketika berita ini ditulis.

Namun benarkah demikian?

3 dari 7 Halaman

Video

4 dari 7 Halaman

Hanya Potongan Video

Dilansir dari Liputan6.com, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin menjelaskan bahwa peristiwa dalam video viral itu tidak sesuai dengan narasi yang disampaikan. Menurutnya, video tersebut hanyalah cuplikan.

"itu video spotong," terang Edwin saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (27/7/2021).

 

5 dari 7 Halaman

Terjadi saat di Rest Area

(c) Instagram/sumsel_aktif

Lebih lanjut, Edwin menjelaskan, peristiwa itu terjadi di KM 33 Rest Area Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat 23 Juli 2021 lalu. Berdasarkan penyelidikan, seluruh prosedur surat hasil rapid antigen COVID-19 djalankan sesuai aturan.

"Bahwa benar, klinik Assalam Medical Centre 3 pada hari Jumat melaksanakan pemeriksaan rapid antigen terhadap penumpang bus yang akan menyeberang ke MErak melalui pelabuhan bakauheni," jelas Edwin.

6 dari 7 Halaman

Bekerjasama dengan Organda

Selanjutnya, menurut Edwin klinik tersebut bekerjasama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan pihak terkait lainnya untuk membuka jasa pelayanan swab antigen COVID-19 bagi para pelaku perjalanan. Klinik tersebut memang mematok tarif sebesar Rp 90 ribu.

"Setiap penumpang yang telah dilakukan rapid test langsung naik ke atas bus menunggu hasilnya, dan setelah hasilnya keluar dan dibuatkan surat keterangan, petugas rapid membagikan surat keternagna kepada para penumpang yang nonreaktif atau negatif, sambil meminta biaya pemeriksaan, dan apabila para penumpang ditemukan ada yang reaktif atau positif, maka penumpang terebut dipanggil dan diarahkan oleh petugas agar tidak melanjutkan perjalanan," papar Edwin.

 

7 dari 7 Halaman

Polisi Kantongi Identitas Perekam Video

Terkait perekam video, Edwin mengaku pihaknya akan memeriksanya. Penyidik disebut sudah mengantongi identitas perekam video.

Pihaknya juga kaan segera meminta keterangan terkait kasus ini. "Ini dia orang Jambi. Kita akan segera periksa," tutupnya.

BERI KOMENTAR