HOME » BERITA » FAKTA MENARIK KENAPA MONAS DIJADIKAN TUAN RUMAH FORMULA E

Fakta Menarik Kenapa Monas Dijadikan Tuan Rumah Formula E

Ada sejumlah fakta menarik terkait dijadikannya Monas menjadi bagian dari rangkaian seri FE

Sabtu, 15 Februari 2020 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Fakta Menarik Kenapa Monas Dijadikan Tuan Rumah Formula E
Formula E (goodwood.com )

OTOSIA.COM - Kawasan Monumen Nasional (Monas) akhirnya diizinkan menjadi tuan rumah Formula E (FE) pada 6 Juni 2020 mendatang. Kepastian ini datang setelah Komisi Pengarah Pengembangan Wilayah Medan Merdeka mengonfirmasi dan menyetujui rencana untuk melakukan lomba Formula E di jalan Medan Merdeka.

Komite Penyelenggara Jakarta (OC) dan Formula E Operations (FEO) akan melanjutkan persiapan untuk menyelesaikan pembangunan sirkuit dan infrastruktur acara lainnya yang siap untuk perlombaan perdana di Indonesia.

Monas yang akhirnya menjadi salah satu lokasi seri Formula E akan mengundang banyak perhatian masyarakat, khususnya penggemar motorsport. Pasalnya ada beberapa pembalap eks Formula 1 ambil bagian di FE, seperti Felipe Massa, Stoffel Vandoorne, Jean-Eric Vergne, Brendon Hartley, dan Pascal Wehrlein.

Pembalap Indonesia Sean Galael dikabarkan akan ambil bagian. Sebab pembalap Indonesia yang berlaga di level tertinggi balap mobil adalah Sean Gelael. Dari banyak sisi Sean paling memenuhi syarat untuk mendapatkan e-license atau SIM untuk bisa berlaga di FE.

1 dari 6 Halaman

Ada sejumlah fakta menarik terkait dijadikannya Monas menjadi bagian dari rangkaian seri FE. Kenapa Monas? Komite Penyelenggara Jakarta (OC) dan FEO menyatakan, karena setiap race pada Kejuaraan ABB FIA Formula E yang digelar di sebuah kota senantiasa menjual icon kota tersebut. Nah, icon paling terkenal di Jakarta adalah Monas.

Fakta menarik lainnya, Formula E harus berlangsung di tengah kota dan berbentuk sirkuit jalan raya. Hal ini diputuskan supaya memberi kemudahan kepada masyarakat untuk menontonnya dan dengan harapan mereka lebih banyak datang ke Monas menggunakan kendaraan umum sehingga membantu mengurangi emisi karbon. Itu sejalan dengan kampanye lingkungan bersih yang digelorakan oleh FE.

2 dari 6 Halaman

Balapan yang digelar di Monas nantinya akan berlangsung pada hari Sabtu, 6 Juni 2020, bukan hari Minggu.

Kenapa bukan hari Minggu? Sejak awal digelar pada 2014 Formula E memang memosisikan diri sebagai balapan hari Sabtu. Dan bila dalam satu seri di sebuah kota digelar dua race, maka balapannya digelar hari Jumat dan Sabtu.

Mereka melakukan hal itu karena supaya tidak bentrok dengan Formula 1 dan MotoGP yang menggelar lombanya di hari Minggu. Strategi ini membuat jumlah penonton FE di seluruh dunia, apakah di sirkuit atau di televisi, dari tahun ke tahun meningkat.

3 dari 6 Halaman

Sirkuit Formula E (OC)

Lantas berapa panjang Sirkuit Monas? Sirkuit Monas punya panjang lintasan 2,588 km, berputar searah jarum jam, dan memiliki 12 tikungan (8 kanan, 4 kiri).

Kajian mendalam telah dilakukan oleh Formula E melalui tim arsitek yang selama ini dikenal sebagai perancang sirkuit-sirkuit balap modern, Tilke Engineers and Architects. Bersama FIA, mereka telah menelaah segala hal dan memastikan bahwa kawasan di sekitar tugu Monas sangat layak untuk dijadikan sirkuit jalan raya kelas dunia.

Proses pembangunan Sirkuit Monas akan dilakukan tak lama lagi. Proses sejak pengaspalan, pembuatan pagar, hingga membangun tribun-tribun penonton memakan waktu sekitar tiga bulan. Proses terakhir adalah homologasi atau semacam sertifikasi yang akan dilakukan dan diberikan oleh FIA.

4 dari 6 Halaman

Dalam pembangunannya batu-batu alam (cobble stone) yang ada di Monas akan ditata ulang. Penyelenggara punya dua pilihan, pelapisan sebagian cobble stone dengan aspal atau membongkar semua cobble stone lalu diganti aspal baru secara permanen. Dari sisi efektivitas pengerjaan, pelapisan lebih mudah dan cepat.

Sementara untuk pembongkaran butuh waktu lebih lama. Saat ini pilihan adalah pelapisan sebagian cobble stone, tepatnya di area-area di mana jalur trek, tribun, pit, dan paddock berada. Teknologi yang sudah maju membuat lapisan aspal sementara itu bisa segera dilepas setelah event sehingga cobble stone akan kembali seperti semula.

5 dari 6 Halaman

Kecepatan

Jika penataan sirkuit Monas telah usai, lantas berapa kecepatan maksimal yang bisa digeber di Sirkuit Monas? Dalam simulasi yang dilakukan oleh tim perancang Tilke, angkanya bisa menyentuh 220 km/jam dengan lokasi sebelum Tikungan 7.

Berbeda dengan F1 yang memakai jumlah lap, Formula E memakai patokan waktu. Di semua event termasuk Jakarta E-Prix nanti, durasi lombanya adalah 45 menit + 1 lap. Jadi total sekitar 47 menit.

6 dari 6 Halaman

Menurut pihak penyelenggara nantinya situasi di sekitar perhelatan FE itu sendiri akan disuguhkan lomba yang susah ditebak siapa pemenangnya. Ada juga informasi bagaimana sustainable living atau hidup ramah lingkungan untuk masa depan dijalankan.

Selain itu ada pula E-Village yang merupakan area semacam fan zone. Di sana para pengunjung bisa melihat semua permainan khas Formula E, sambil makan-minum, mendengarkan musik, dan melihat pameran.

BERI KOMENTAR