HOME » BERITA » FAKTOR INI TENTUKAN NASIB MOBIL LISTRIK DI INDONESIA

Faktor Ini Tentukan Nasib Mobil Listrik di Indonesia

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan industri otomotif selama ini memberikan kontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional.

Kamis, 05 Juli 2018 16:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Autoexpress.co.uk

OTOSIA.COM - Demi kembangkan teknologi mobil listrik, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Toyota Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi tanah air. Hal ini diharapkan dapat memberi masukan bagi pemerintah dalam membentuk kebijakan terkait kendaraan listrik.

Terkait itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri otomotif selama ini memberikan kontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional.

Namun, sebagai negara yang baru mengembangkan mobil listrik, tak menutup kemungkinan bahwa masyarakat akan lebih sensitif terhadap harganya jika dibandingkan dengan mobil-mobil konvensional.

Untuk harga juga tak terlepas dari regulasi kendaraan listrik yang masih terus digodok hingga kini. Airlangga menuturkan regulasi tersebut masih terus dikaji seiring finalisasi fiskal yang mencakup mini tax holiday dan super deductible tax bagi investor.

Toyota Prius Plug-in Hybrid/ Liputan6.com

"Regulasi dan road map sudah diselesaikan, tinggal finalisasi fiskalnya di Kemeterian Keuangan, karena fiskal ini bagian dari kebijakan keseluruhan mini tax holiday, kemudian super deductible tax untuk inovasi dan vokasi juga review perbaikan tentang PPnBM," kata Airlangga di Jakarta, Rabu (4/7) dalam Liputan6.com.

Terkait itu, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono berharap harga jual kendaraan listrik tidak begitu tinggi seperti halnya kondisi sekarang.

"Fiskal nanti gunanya mengatur PPnBM mengenai EV maupun kendaraan konvensional. Jadi kita berharap gap antara konvensional vehicle dan electric vehicle itu tidak terlalu besar, tidak seperti sekarang," kata Warih.

Ia pun menjelaskan bahwa harga jual mobil listrik 30 persen lebih tinggi ketimbang mobil konvensional. Karena itu, riset yang dilakukan pemerintah juga bertujuan untuk membuat masyarakat menggemari EV.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR