HOME » BERITA » FEDERAL MOBIL SODORKAN PELUMAS EURO 4

Federal Mobil Sodorkan Pelumas Euro 4

Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor berakibat meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak di sektor transportasi. Akibatnya, emisi gas buang yang mengandung polutan juga naik dan berdampak meningkatnya kadar pencemaran udara.

Kamis, 10 Mei 2018 07:15 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by Nazar Ray

OTOSIA.COM - Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor berakibat meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak di sektor transportasi. Akibatnya, emisi gas buang yang mengandung polutan juga naik dan berdampak meningkatnya kadar pencemaran udara.

Ketika menetapkan standar emisi kendaraan di suatu negara, pembuat kebijakan harus mengetahui betul hubungan erat antara standar emisi kendaraan dengan teknologi mesin kendaraan dan kualitas BBM.

Pada saat ini Pemerintah Indonesia memutuskan untuk segera memberlakukan standar emisi Euro 4 dan industri kendaraan di Indonesia menyatakan siap memenuhi aturan tersebut.

Terkait hal itu PT Federal Karyatama telah menerapkan inovasi formulasi sesuai aturan Euro 4 pada produk oli kendaraan roda empat Federal Mobil Lubricants.

"Tim R and D kami sudah menyiapkan formulasi khusus untuk mobil-mobil modern bermesin Euro 4. Karena itu Federal Mobil Lubricants telah melengkapi varian produk bensin dan diesel untuk dapat memenuhi standar emisi Euro 4 yang akan segera ditetapkan pemerintah dalam waktu dekat ini," ujar Patrick Adhiatmadja, Presiden Direktur MPM Lubricants di sela-sela acara Drive Smart, Save The Earth di pabrik MPM Lubricants, Cilegon, Banten, Rabu (9/5).

Pelumas Federal Mobil Euro 4 untuk mesin bensin tersedia Rextron full synthetic 10W-40, Rextron full synthetic 5W-40, dan Deltron synthetic 15W-40 untuk mesin diesel.

Sedangkan harga per liter mulai dari Rp 85 ribu, Rp 135 ribu, hingga Rp 175 ribu.

Saat ini berdasarkan riset lembaga independen menyebutkan bahwa Federal Mobil Lubricants menempati posisi 5 besar produk pelumas berdasarkan aktivitas penetrasi pasar yang dilakukannya.

(kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR