HOME » BERITA » INDONESIA RESPON KEBIJAKAN SAFEGUARD, KEMENPERIN: INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA DI ATAS FILIPINA

Indonesia Respon Kebijakan Safeguard, Kemenperin: Industri otomotif Indonesia di Atas Filipina

Pemerintah Indonesia mempertanyakan kebijakan pemerintah Filipina memberlakukan safeguard bagi kendaraan yang dimpor dari Indonesia.

Rabu, 13 Januari 2021 17:15 Editor : Nazarudin Ray
Indonesia Respon Kebijakan Safeguard, Kemenperin: Industri otomotif Indonesia di Atas Filipina
Ekspor Toyota Innova Indonesia (TMMIN)

OTOSIA.COM - Filipina memberlakukan safeguard bagi kendaraan penumpang dan komersial yang diimpor dari Indonesia. Kebijakan pemerintah Filipina tersebut dipertanyakan Pemerintah Indonesia.

Melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Filipina membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia, sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia.

"Ini disebabkan karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO," katanya di Jakarta, Selasa (12/1).

1 dari 2 Halaman

Selain itu, hal tersebut menunjukkan bahwa daya saing industri otomotif Indonesia yang tinggi. Kontribusi tersebut dapat dilihat dari kinerja ekspor produk otomotif yang masih menunjukkan capaian signifikan, meskipun dalam kondisi pandemi.

"Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa Industri otomotif Indonesia di atas Filipina," ujarnya.

Ekspor Toyota Fortuner ke sejumlah negara (TMMIN)

Menurut Agus Gumiwang, perkembangan otomotif Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan. "Dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp 30 triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif," kata Menperin.

 

 

2 dari 2 Halaman

Selain itu, industri otomotif global memiliki Global Value Chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antar negara relatif rendah. Indonesia akan diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun.

"Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia," imbuhnya.

Berdasarkan data Kemenperin, dari periode Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), serta 53,6 juta buah komponen kendaraan.

BERI KOMENTAR