HOME » BERITA » FORMULA E, INDONESIA BISA CONTOH MEXICO

Formula E, Indonesia Bisa Contoh Mexico

Senin, 19 Maret 2018 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Formula E by electricautosport

OTOSIA.COM - Tentang Formula E di Indonesia, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin AKsa, menyebut Indonesia bisa mencontoh Mexico.

Sebagai salah satu negara dengan polusi tertinggi di dunia, Mexico menjadi bagian dari rangkaian seri balap Formula E 2018. Pada tanggal 3 Maret lalu, Mexico City sukses menyelenggarakan salah satu seri Formula E.

Padahal Indonesia punya polusi tinggi seperti Mexico. Negara ini berhasil masuk kalender Formula E karena punya niat baik untuk menjadi Go Green, menurunkan polusi, dan akhirnya Formula E ke negara ini, kata Sadikin Aksa.

Seperti diberitakan otosia.com sebelumnya, Indonesia menjadi target Federation Internationale de l'Automobile (FIA) untuk menjadi bagian dari seri Formula E. Namun hingga kini masih menunggu niat dari pemerintah.

Formula E adalah balap dunia yang cukup populer setelah F1. Formula E merupakan kejuaraan mobil balap bertaraf dunia, sama seperti ajang Formula 1. Konsep Formula E dimotori oleh Jean Todt, Presiden FIA. Balapan ini adalah sarana untuk mendemonstrasikan potensi mobil listrik sebagai alat mobilitas berkelanjutan.

Dalam perjalanannya Formula E mampu merangkul sejumlah pemaian balap otomotif dunia, seperti Williams, McLaren, Michelin, dan Dallara. Nama-nama besar tersebut sudah tidak asing lagi di balapan F1

Formula E memiliki beberapa kelebihan. Lantaran tingkat kebisingan diturunkan menjadi sekitar 80 dB, sedangkan raungan mesin Formula 1 menyentuh 134 db, maka balapan ini bisa melaju di jalanan kota. Tidak heran jika Formula E pernah dipacu di jalanan Santiago, Chili, Hong Kong, Marrakes, Maroko, London, hingga Putrajaya Malaysia.

Jika Formula 1 mampu menempuh kecepatan maksimal 378 km/jam, maka Formula E hanya 225 km/jam.

Reporter : Nazzarudin Ray

(kpl/nz/tys)

BERI KOMENTAR