HOME » BERITA » GANGGUAN PENDENGARAN TAK LAGI JADI PENGHALANG UNTUK MENGEMUDI, BERKAT TEKNOLOGI INI

Gangguan Pendengaran Tak Lagi Jadi Penghalang untuk Mengemudi, Berkat Teknologi Ini

Mengemudikan kendaraan bukan soal bisa menginjak pedal gas dan rem. Mengemudi butuh keterampilan motorik dan visual, serta pendengaran yang baik.

Minggu, 13 Januari 2019 17:45 Editor : Dini Arining Tyas
Teknologi Hyundai-Kia (Autoindustriya)

OTOSIA.COM - Mengemudikan kendaraan bukan soal bisa menginjak pedal gas dan rem. Mengemudi butuh keterampilan motorik dan visual, serta pendengaran yang baik.

Tapi bagaimana jika seseorang bisa memiliki keterampilanmotorik dan visual, tapi tidak dengan pendengaran?

Melansir Autoindustriya, persoalan ini mungkin bisa dipecahkan menggunakan teknologi milik Hyundai Motor Group. Teknologi tersebut akan membantu orang-orang dengan gangguan pendengaran yang mejadi pengemudi, sehingga bisa berkomunikasi seperti pengemudi pada umumnya.

Lampu indikator LED pada setir kemudi (Autoindustriya)

Teknologi ini merupakan gabungan dari suara internal dan eksternal yang bekerja melalui sentuhan dan visual. Memanfaatkan kecerdasan buatan yang menganalisis pola suara, dua sistem bantuanmengemudi yang terpisah, bekerja sama untuk menerjemahkannya ke isyarat visual dan sentuhan.

Yang pertama disebut Audi- Visual Conversation (AVC). Sistem ini memungkinkan komunikasi dengan lingkungan eksternal melalui penggambaran visual dari pola suara, seperti suara peringatan kendaraan darurat. Lalu speerti piktogram akan muncul pada tampilan head-up (HUD). Setir kemudi juga akan dilengkapi dengan LED multi-warna yang menunjukkan informasi navigasi saat mengemudi.

Lampu indikator LED pada setir kemudi (Autoindustriya)

Audio-Tactile Conversion (ATC) adalah sistem kedua. Sedikit lebih sederhana daripada AVC. Sistem ini mentransfer data suara menjadi getaran melalui setir, memberi tahu pengemudi informasi tentang lingkungan eksternal seperti jarak dan rintangan.

Di atas kertas, teknologi tampak luar biasa. Yuk lihat videonya, agar tahu cara kerja sistem ini.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR