HOME » BERITA » GANJIL GENAP BERLAKU LAGI, POLDA METRO HENTIKAN PENYEKATAN DI 100 TITIK HARI INI

Ganjil Genap Berlaku Lagi, Polda Metro Hentikan Penyekatan di 100 Titik Hari Ini

Penyekatan di 100 ruas jalan akan dihentikan sesuai dengan aturan terbaru PPKM Level 4 Jawa dan Bali. Penghentian ini dilakuka mulai hari ini, Rabu (11/8/2021).

Rabu, 11 Agustus 2021 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ganjil Genap Berlaku Lagi, Polda Metro Hentikan Penyekatan di 100 Titik Hari Ini
Penyekatan di Depok (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Polda Metro Jaya mengentikan aktivitas penyekatan di 100 ruas jalan. Aturan ini disesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam negeri terbaru tentang pelaksanaan PPKM Level 4 di Jawa dan Bali.

Penghentian penyekatan ini akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/8/2021). Sebagai gantinya, akan ada kebijakan baru yang diterapkan.

"Mulai besok penyekatan di 100 titik akan dihentikan dan kita ganti 3 cara bertindak yang baru terkait dengan pengendalian mobilitas mulai 10 sampai 16 agustus 2021," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Selasa (10/8/2021).

1 dari 2 Halaman

Dia menuturkan, untuk kebijakan pertama dengan mengaktifkan kembali pembatasan kendaraan menggunakan sistem-ganjil genap di delapan ruas jalan. Hal itu sesuai Surat Keputusan (SK) Kadishub nomor 320 tahun 2021.

"Pembatasan dengan sistem ganjil-genap ini berlaku pukul 06.00 sampai dengan 20.00 WIB. di delapan ruas jalan ini mulai tanggal 12 yaitu hari Kamis akan kita berlakukan kita uji cobakan pembatasan dengan sistem ganjil-genap," jelas Sambodo.

Sambodo menerangkan, kebijakan kedua dengan sistem patroli. Dalam hal ini, tiga pilar yakni TNI, Polri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memantau aktivitas masyarakat secara ketat. Ada 20 kawasan yang mobilitasnya dikendalikan selama 24 jam.

2 dari 2 Halaman

"Kalau ada kerumunan, kalau ada pelanggaran prokes maka akan kita akan woro-woro termasuk juga kalau ada pelanggaran prokes kita sekaligus melaksanakan ops yustisi di 20 kawasan, selain tentu saja ada kawasan-kawasan lainnya yang tetap kita laksanakan pengendalian kalau memang ada pelanggaran prokes," ujar dia.

Untuk yang ketiga, Sambodo menerankan, mengatur mobilitas dengan sistem rekayasa lalu lintas. Dia menyebut, kebijakan itu bersifat situasional tergantung kondisi jalan.

"Ini dilaksanakan apabila terjadi kepadatan lalu lintas atau kerumunan masyarakat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran prokes. Ini bersifat situsional, ketika menemukan pelanggaran prokes maka kami dengan TNI dan pemda akan melakukan penutupan di sekitar lokasi," jelas Sambodo.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR