HOME » BERITA » GANTI RUGI SAAT TERJADI KECELAKAAN, BEGINI CARA MENGHINDARI KANTONG JEBOL

Ganti Rugi Saat Terjadi Kecelakaan, Begini Cara Menghindari Kantong Jebol

Kerugian akibat kecelakaan sangatlah tinggi. Karena itu pengendara perlu memikirkan tambahan jaminan jika mendapatkan risiko tuntutan tanggung jawab dari pihak ketiga atau pengguna jalan lainnya.

Kamis, 02 September 2021 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Ganti Rugi Saat Terjadi Kecelakaan, Begini Cara Menghindari Kantong Jebol
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas (dolmanlaw.com)

OTOSIA.COM - Kewaspadaan dalam berkendara wajib selalu jadi perhatian. Kenyataannya angka kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi dan kerugian materil yang disebabkan ternyata juga sangat besar.

Kendati pandemi membuat aktivitas masyarakat terbatas, pada kenyataaannya kasus kecelakaan di jalan raya tidak bisa dibilang sedikit. Selain luka-luka dan korban jiwa, peristiwa kecelakaan menimbulkan kerugian besar.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Lantas Polda Metro Jaya periode Januari-Mei 2021, kerugian yang dialami pengendara akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 1.062.600.000. Data tersebut juga menunjukkan ada 816 kecelakaan di jalanan dan memakan korban.

Rinciannya sebanyak 28 korban meninggal dunia, 89 pengendara mengalami luka berat, dan 752 mengalami luka ringan. Artinya jika di total ada 869 pengendara yang menjadi korban.

Mengingat kerugian materi cukup besar, pada kenyataannya banyak pengendara yang tidak menyadari pentingnya perlindungan.

"Kerugian akibat kecelakaan sangatlah tinggi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memiliki perlindungan sebagai salah satu upaya preventif bagi pengguna jalan," kata Wayan Pariama, Direktur Adira Insurance dalam webinar bersama media belum lama berselang.

1 dari 2 Halaman

Third Party Liability

Menurut Wayan, penting bagi pengendara untuk menambah jaminan Third Party Liability (TPL) yang mampu memberikan perlindungan kepada pengguna jalan jika mendapatkan risiko tuntutan tanggung jawab dari pihak ketiga atau pengguna jalan lainnya.

Berdasarkan keterangan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) jaminan TPL atau biasa disebut sebagai Tanggung Jawab Hukum pihak Ketiga dapat memberikan perlindungan ganti rugi atas adanya tuntutan dari pihak ketiga terhadap Tertanggung yang secara langsung disebabkan kendaraan bermotor. Kerugian dapat terjadi baik pada kendaraan, dirinya sendiri, ataupun kerusakan harta benda.

"Jaminan TPL memberikan ganti rugi tidak sebatas kerusakan pada kendaraan saja tapi juga meliputi harta benda, biaya pengobatan, cidera badan hingga kematian, sesuai dengan limit jaminan TPL yang telah disepakati di awal antara Tertanggung dengan Pihak Asuransi," paparnya.

 

2 dari 2 Halaman

Besarnya premi

Sementara premi yang wajib dibayarkan telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) menggunakan pajak progresif. Hal ini tergantung dengan limit jaminan yang ingin dimiliki yang tertera pada ikhtisar Polis.

Adapun rate untuk asuransi mobil jika ingin mendapatkan limit jaminan Rp 25 juta berarti harga preminya adalah Rp 25 juta x 1% atau hanya sekitar Rp 250 ribu per tahun.

"Dengan penambahan premi yang tidak terlalu mahal, TPL ini bisa sangat membantu Tertanggung atau yang memiliki asuransi, maupun korban kecelakaan. Pihak korban akan mendapatkan biaya ganti rugi akibat kecelakaan tersebut," ungkapnya.

Untuk pengajuan klaim manfaat TPL, pihak korban harus memberikan Surat Tuntutan yang ditujukan kepada Tertanggung. Setelah itu, Tertanggung akan melaporkan kepada pihak asuransi terkait Surat Tuntutan tersebut.

 
BERI KOMENTAR