HOME » BERITA » GARA-GARA COVID-19, TES PRAMUSIM MOTOGP 2021 DI SEPANG BATAL

Gara-gara COVID-19, Tes Pramusim MotoGP 2021 di Sepang Batal

Sangat disayangkan, tes pramusim MotoGP 2021 di Sepang, Malaysia batal

Rabu, 13 Januari 2021 13:45 Editor : Ahmad Muzaki
Gara-gara COVID-19, Tes Pramusim MotoGP 2021 di Sepang Batal
VR46 Tribune MotoGP Sepang 2019 (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Sebelumnya telah dijadwalkan bahwa tes pramusim MotoGP 2021 akan diselenggarakan pada 19-21 Februari di Sirkuit Sepang, Malaysia. Hanya saja rencana ini resmi dibatalkan FIM, IRTA, dan Dorna, menyusul status darurat COVID-19 di Malaysia.

"Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan penguncian serta komplikasi yang diakibatkannya mengharuskan pembatalan kedua peristiwa tersebut, yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang di Malaysia pada Februari," bunyi pernyataan dari Dorna yang dikutip dari Crash.net.

1 dari 2 Halaman

Dengan begitu tes pramusim MotoGP 2021 langsung dihelat di Losail Qatar pada Maret mendatang. Hanya saja ajang ini masih bisa berubah, tergantung kondisi terkini di negara tersebut.

"Tes Qatar, saat ini akan berlangsung di Sirkuit Internasional Losail dari tanggal 10 hingga 12 Maret, pembaruan atau perubahan lebih lanjut akan diberikan segera setelah tersedia," ungkap Dorna lagi.

Jika sesuai rencana, Losail Qatar akan menjadi seri pembuka MotoGP 2021. Dengan kondisi terbaru di Malaysia, skenario yang sangat mungkin terjadi adalah tim dan pembalap tetap berada di Qatar sejak tes hingga race.

2 dari 2 Halaman

Sebagai informasi, melansir Reuters, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah telah menetapkan status darurat nasional pandemi COVID-19 pada Selasa (12/1) kemarin.

Lebih lanjut, Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yassin mengumumkan larangan perjalanan dan lockdown selama 14 hari ke depan. Bahkan parlemen akan ditangguhkan dan pemilihan umum di negara tersebut tidak akan diselenggarakan selama keadaan darurat yang bisa berlangsung hingga 1 Agustus mendatang.

"Izinkan saya meyakinkan Anda, pemerintah sipil akan terus berfungsi. Keadaan darurat yang diumumkan oleh raja bukanlah kudeta militer dan jam malam tidak akan diberlakukan, ?kata Muhyiddin.

 

BERI KOMENTAR