HOME » BERITA » GARA-GARA MASALAH SIRKUIT, YAMAHA PERNAH PUNYA IDE BIKIN MOTOR KURUS

Gara-Gara Masalah Sirkuit, Yamaha Pernah Punya Ide Bikin Motor Kurus

Senin, 03 Desember 2018 10:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi balapan sepeda motor (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Yamaha Cup Race di berbagai kota masih bergulir meski ada di tengah tekanan ekonomi. Hal ini menunjukkan eksistensi merek Yamaha di dunia motor sport.

Namun, satu persoalan masih menjadi problem terkait dengan sirkuit. Persoalannya cukup mendasar karena berhubungan dengan ukuran yang tidak sesuai dengan kedekatan dunia motor sport dewasa ini, seperti dipaparkan M Abidin, General Manager After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

"Kendala di Yamaha Cup Race adalah lebar sirkuit yang sulit menerapkan tipe sport. Ini juga menjadi masukan kepada IMI dan yang berkompeten untuk memperhatikan. Soalnya bebek ini makin lama makin turun ya. Kalau kita terus balapan pakai bebek ini tentunya enggak hanya Yamaha, pabrikan lain pun akan keberatan. Sebab ini bertolak belakang dengan direct," kata dia.

Ia menekankan kalau pengelola sirkuit tidak melulu beracuan pada pemanjangan sirkuit. Sebab, motor sport yang beredar saat ini justru lebih membutuhkan trek lebar dengan ukuran tertentu sekalipun satu lap-nya hanya butuh satu menit.

"Kalau bisa sirkuit itu jangan melulu dipanjangin, cukup lap time-nya 1 menit atau satu menit sekian yang penting lebarnya 8-12 meter supaya motor sport 150 cc ini bisa menikung, dan juga ada jarak pengaman sehingga kalau horse power-nya 22 PS itu tidak loncat ke area penonton. Tolong itu dipikirkan," kata dia.

Jika tidak dipikirkan dari sekarang, maka kata dia persoalan ini akan menjadi sulit di kemudian hari. Hal ini pun menjadi poin penting sebab dia sendiri pernah menyumbang ide agar motor sport dibikin kurus supaya bisa cocok dengan kebanyakan sirkuit di Indonesia.

"Saya juga kemarin memberikan ide bagaimana kalau motor sport-nya kita kecilkan, tetapi itu ditolak manajemen karena itu mengubah wujud asli sehingga tidak bisa (menghindarkan) faktor safety," ujarnya.

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR