HOME » BERITA » GARA-GARA TAK PAKAI SABUK PENGAMAN, PENGEMUDI TOYOTA CALYA KETAHUAN PAKAI PELAT NOMOR PALSU

Gara-Gara Tak Pakai Sabuk Pengaman, Pengemudi Toyota Calya Ketahuan Pakai Pelat Nomor Palsu

Pengemudi Toyota Calya terekam kamera tilang elektronik tak memakai sabuk pengaman. Bermula dari pelanggaran tersebut, mobil LCGC itu diduga menggunakan pelat nomor palsu.

Jum'at, 09 April 2021 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Gara-Gara Tak Pakai Sabuk Pengaman, Pengemudi Toyota Calya Ketahuan Pakai Pelat Nomor Palsu
Toyota Calya diduga pakai pelat nomor palsu (Instagram/satlantassurakarta)

OTOSIA.COM - Seorang pengendara Toyota Calya harus berurusan dengan polisi. Pengemudi Toyota Calya itu terekam kamera tilang elektronik atau ETLE tak memakai sabuk pengaman.

Tapi rupanya setelah didapati melanggar lalu lintas itu, ada masalah yang lebih besar yang harus dihadapi pengemudi mobil LCGC itu. Seperti dilansir dari akun Instagram @satlantassurakarta, Wakasatlantas Polresta Surakarta, AKP Sutoyo mengungkapkan bahwa pengemudi Toyota Calya itu mengemudi menggunakan nomor polisi palsu.

"Sore hari ini telah mengamankan mobil Calya AD 8693 AS yang diduga nomor polisi palsu yang digunakan dua mobil. Diketahui terpantau dari rekaman CCTV ETLE. Yang melakukan pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman," kata Sutoyo pada video yang dibagikan pada Kamis (8/4/2021).

1 dari 3 Halaman

Toyota Calya diduga pakai pelat nomor palsu (Instagram/satlantassurakarta)

Lebih lanjut, pihaknya melakukan konfirmasi terhadap pelanggar. Kemudian pelanggar alias pemilik nomor polisi asli mendatangi Satlantas Polres Surakarta Kota, Kamis (8/4/2021) pagi.

"Yang bersangkutan tidak mengakui melanggar lalu lintas karena mobil saat itu ada di rumah dan yang bersangkutan bekerja," lanjutnya.

Setelah mendapatkan konfirmasi itu, Sutoyo dan dua anggota lain melakukan patroli. Saat itu, mereka menjumpai mobil dengan nomor polisi yang sama, lalu menghentikannya dan membawanya ke Polres Surakarta Kota.

2 dari 3 Halaman

Toyota Calya diduga pakai pelat nomor palsu (Instagram/satlantassurakarta)

"Kemudian selanjutnya kami serahkan ke Satreskim untuk pengusutan lebih lanjut," katanya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan nomor polisi kendaraan palsu atau ganda. Apalagi yang tidak memiliki dokumen seperti STNK dan BPKB.

"Jangan sekali-sekali memakai nomor polisi palsu atau nomor polisi ganda yang tidak dilengkapi dengan dokumen STNK dan BPKB, sehingga masyarakat yang memiliki nomor polisi resmi tidak dirugikan," pungkasnya.

3 dari 3 Halaman

BERI KOMENTAR