HOME » BERITA » GENERAL MOTORS HENGKANG DARI INDONESIA, APA KABAR HARGA JUAL MOBIL BEKAS CHEVROLET?

General Motors Hengkang dari Indonesia, Apa Kabar Harga Jual Mobil Bekas Chevrolet?

Rupanya, Chevrolet bekas masih cukup diminati. Konsumen Chevrolet adalah orang-orang yang ingin mobil tidak pasaran dan nyaman.

Jum'at, 01 November 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
General Motors Hengkang dari Indonesia, Apa Kabar Harga Jual Mobil Bekas Chevrolet?
Chevrolet Spin (Autoevolution)

OTOSIA.COM - Keputusan General Motors (GM) meninggalkan pasar Indonesia, membuat brand di bawah naungannya, Chevrolet tak akan menjual mobil baru lagi. Meski begitu, dipastikan layanan service dan after sales masih ada.

Lalu bagaimana penjualan mobil pabrikan otomotif Amerika Serikat tersebut pasca hengkangnya APM resmi?

Di pasar mobil bekas, Chevrolet ternyata masih cukup diminati, seperti Captiva dan Spin. Meski demikian, tak banyak pedagang yang berani menampungnya.

"Kalau Captiva harganya jauh di bawah Mitsubishi Pajero Sport maupun Toyota Fortuner. Modelnya bagus, mobilnya nyaman. Untuk Spin, kelasnya itu sama dengan Avanza, Xenia, sama Mobilio, ada pilihan mesin dieselnya juga," ujar Welvaart Motor Internasional di Mega Glodok Kemayoran Jakarta, Ian.

1 dari 1 Halaman

Pasar Chevrolet

General Motors Hengkang dari Indonesia, Apa Kabar Harga Jual Mobil Bekas Chevrolet?Pasar Chevrolet

Terkait harga, Chevrolet Spin yang berada di showroomnya adalah lansiran tahun 2014 berwarna putih dengan mesin bensin, banderolnya sekitar Rp120 juta. Harga tersebut masih bisa ditawar pembeli.

"Untuk yang mesinnya diesel, biasanya lebih mahal Rp10 juta dari pasaran harga Spin bensin. Tetapi banyak yang mencari, karena di segmen low MPV itu kan enggak ada mobil diesel. Makanya, tetap banyak pedagang mau jual Chevrolet," tuturnya.

Saat disinggung siapa pembeli mobil Chevrolet bekas, Ian mengatakan, orang-orang yang menginginkan model dan merek kendaraan yang tidak pasaran dan nyaman untuk digunakan.

"Pembelinya ada yang baru mau punya mobil, ada yang memang fanatik dengan mereknya. Jadi pembeli sudah tahu produknya, nyamannya, terus enggak pusing sama servis dan sparepart harus cari di mana," tuturnya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR