HOME » BERITA » GENERAL MOTORS KENA 'SEMPROT' DONALD TRUMP, INI SEBABNYA

General Motors Kena 'Semprot' Donald Trump, Ini Sebabnya

Donald Trump, Presiden Amerika, marah besar ke General Motors.

Rabu, 04 September 2019 16:15 Editor : Cornelius Candra
General Motors Kena 'Semprot' Donald Trump, Ini Sebabnya
Donald Trump (scmp.com)

OTOSIA.COM - General Motors (GM) kabarnya terkena marah besar dari Donald Trump. Presiden Amerika Serikat (AS) itu menganggap bahwa kiprah GM sebagai pabrikan asal Negeri Paman Sam masih terbilang kecil, sekalipun di rumahnya sendiri.

Kemarahan orang nomor satu di AS ini menyusul pemindahan pabrik GM ke Cina, pasca perang dagang antara kedua negara tersebut.

"General Motors yang dulunya Giant of Detroit, sekarang adalah salah satu produsen mobil terkecil di sana," kata Trump seperti dilihat dari cuitan di akun twitter resminya, dilansir Liputan6.com dari Reuters, Selasa (3/9).

Dirinya mengultimatum agar GM harus segera memindahkan produksi pabriknya kembali ke AS. Mengutip Bloomberg, Triumph melaporkan jika tenaga kerja GM tinggal 46 ribu orang.

Selama empat dekade terakhir, GM telah memangkas jumlah tenaga kerja di AS secara dramatis yang jumlahnya hampir 620 ribu pada 1979.

1 dari 1 Halaman

Komentar GM

General Motors Kena 'Semprot' Donald Trump, Ini SebabnyaKomentar GM

Menanggapi pernyataan Trump tersebut, GM langsung memberikan komentarnya. "Operasi GM di Cina bukan merupakan ancaman bagi pekerjaan AS," tulis perusahaan.

Namun faktanya, perusahaan patungannya telah mengirim US$16 miliar pendapatan ekuitas kepada GM sejak 2010.

Kemudian, ada investasi senilai US$23 miliar dalam operasi di AS sejak 2009. Dikabarkan juga tenaga kerja GM di AS merosot sekitar 4000-an sejak akhir 2018.

Berangnya Trump dengan GM bermula dari pembicaraan kontrak dengan serikat pekerja dari tiga jenama Detroit, yaitu GM, Ford, dan Fiat Chrysler.

Di Cina, GM sudah menjual 3,6 juta unit kendaraan tahun lalu. Jumlah tersebut, merupakan 43 persen dari penjualan GM di seluruh dunia.

Dengan begitu, pperusahaan ini membukaan pendapatan ekuitas US$2 miliar dari operasi di Cina pada tahun lalu.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR