HOME » BERITA » GOJEK DINILAI LANGGAR UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN USAI PHK 430 KARYAWAN

Gojek Dinilai Langgar Undang-Undang Ketenagakerjaan Usai PHK 430 Karyawan

PHK 430 pekerja, Gojek dinilai langgar Undang-Undang Ketenagakerjaan, kok bisa?

Sabtu, 27 Juni 2020 09:15 Editor : Ahmad Muzaki
Gojek Dinilai Langgar Undang-Undang Ketenagakerjaan Usai PHK 430 Karyawan
Gojek. ©2015 merdeka.com/imam buhori

OTOSIA.COM - Pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 430 pekerja Gojek dinilai langgar Undang-Undang Ketenagakerjaan. Pasalnya yang di PHK merupakan pekerja perusahaan bukan mitra. Hal ini disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

"PHK yang dilakukan perusahaan harus tunduk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, khususnya yang terkait dengan pasal mengenai PHK. Pasal 151 Ayat (1) menyebutkan, pengusaha, pekerja, dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6) yang dilansir dari Merdeka.com

Menurutnya manajemen hanya melakukan sosialisasi dan pemberitahuan. Di mana Gojek melakukan PHK, karena adanya penutupan layanan GoLife dan GoFood Festival.

Selain itu, Gojek juga dinilai tidak melakukan perundingan dengan karyawan dan meminta izin kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Padahal PHK yang dilakukan tanpa izin dari lembaga penyelesaian hubungan industrial melanggar aturan hukum.

Selanjutnya, dalam Pasal 156 UU No 13 Tahun 2003 diatur, apabila PHK tidak dapat dihindari, maka pengusaha wajib membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang ganti rugi. Nilainya sebesar 15 persen dari uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja.

1 dari 2 Halaman

Namun, ujar Said, Co-CEO Go-Jek Andre Soelistyo dalam surat elektronik menyampaikan, karyawan yang terdampak akan menerima pesangon (kami menetapkan minimum gaji 4 pekan). Serta ditambah tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja.

Untuk itu, dia menyebut apa yang dilakukan manajemen hanya memberikan kompensasi dalam bentuk 4 pekan termasuk pelanggaran serius.

Sehingga, KSPI mendesak pihak Gojek untuk membatalkan PHK sepihak terhadap 430 pekerja. Atau sebelum melakukan PHK, perusahaan ojek daring ini harus terlebih dahulu mengurangi jumlah shift, libur bergilir dengan upah penuh, dan merumahkan karyawan dengan upah penuh.

"Apabila langkah di atas sudah dilakukan dan PHK tidak bisa dihindari. Maka maksud PHK wajib dirundingkan terlebih dahulu dengan pihak pekerja dan sudah mendapatkan izin dari lembaga penyelesaian hubungan industrial," tegasnya.

2 dari 2 Halaman

Efisiensi

Di tengah pandemi Corona (COVID-19) ini, Gojek akan memperkuat bisnis inti di perusahaan. Hal ini juga telah diumumkan perusahaan melalui enam belas sesi town hall meeting secara internal kepada karyawan.

CoCEO Gojek, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo dalam suratnya kepada karyawan menjelaskan bahwa bisnis inti yang akan jadi fokus Gojek ke depan adalah bisnis transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik. Bersamaan dengan penetapan strategi perusahaan ke depan, manajemen Gojek menghentikan sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi dan restrukturisasi organisasi secara menyeluruh dalam rangka optimalisasi pencapaian pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang.

"Kita harus merespons apa yang terjadi di luar sana dan meningkatkan fokus untuk membangun bisnis yang kokoh, lebih efisien yang dapat terus bertahan seiring dengan berjalannya waktu dan tetap relevan dengan kondisi yang ada. Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi, dan mengambil keputusan berani untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan prioritas pelanggan akan memastikan kita dapat selalu membuat dampak positif bagi kehidupan jutaan orang serta juga memastikan pertumbuhan di masa mendatang. Namun, kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini," jelas Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo mengutip surat tersebut.

Berdasarkan keputusan tersebut, Gojek mulai meniadakan layanan GoLife yang meliputi GoMassage, GoClean, dan GoFood Festival.

Alasannya, berdasakan hasil evaluasi terhadap situasi makroekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang cenderung kurangi aktivitas fisik atau kegiatan yang tidak memungkinkan untuk jaga jarak.

BERI KOMENTAR