HOME » BERITA » GOKIL, HARGA BENSIN DI AS TAK SAMPAI RP3.000 PER LITER SAAT PANDEMI COVID-19

Gokil, Harga Bensin di AS Tak Sampai Rp3.000 per Liter saat Pandemi COVID-19

Selain lantaran perang harga minyak internasional antara Rusia dan Arab Saudi, harga BBM super murah di AS juga disebut lantaran permainan harga antar stasiun pengisian bahan bakar saat pandemi virus Corona (COVID-19).

Senin, 13 April 2020 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Gokil, Harga Bensin di AS Tak Sampai Rp3.000 per Liter saat Pandemi COVID-19
Harga BBM di AS murah (The Drive)

OTOSIA.COM - Selain mengobrak-abrik perekonomian, pandemi virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat juga membuat harga bahan bakar minyak yang turun drastis. Hal itu disebut lantaran rendahnya permintaan karena masyarakat yang lebih memilih tinggal di rumah. Selain itu juga akibat perang harga minyak internasional antara Rusia dan Arab Saudi.

Harga BBM sangat rendah hingga memecahkan rekor. Seperti diberitakan The Drive, harga bensin dengan oktan 87 di kota kecil di sisi barat New York hanya USD 0,62 atau Rp 9.729 (Kurs USD 1 = Rp 15.692) per galon atau setiap 3,7 liter. Maka harga per liternya hanya sekitar Rp 2.629.

Bulan lalu, harga bensin di Ohio sudah dianggap paling murah, yakni USD 0,69 per galon. Tapi rupanya kini ada yang lebih murah.

1 dari 1 Halaman

Thedrive.com

Hal itu diketahui melalui salah satu pengguna Twitter yang membagikan foto display harga di ALlegany Gas & Smoke di Salamanca, New York. Sementara NAFCO Quick Stop membandrol harga USD 0,71

Seorang karyawan di NAFCO mengtakan kepada The Drive bahwa hal ini juga dipicu perang harga dari adanya pompa bensin baru di ujung jalan yang disebut M&M Junction. Pompa bensin baru tersebut dinilai membuat permainan harga hingga membuat stasiun pengisian bahan bakar lainnya ikut menurunkan harga hingga dibawah 1 dolar.

BERI KOMENTAR