HOME » BERITA » GONTA-GANTI BBM SAAT MUDIK, PERLUKAH GANTI BUSI?

Gonta-ganti BBM Saat Mudik, Perlukah Ganti Busi?

Selain mengganti oli dan mengecek kaki-kaki kendaraan salah satu komponen lain yang tidak boleh dianggap sepele usai mudik adalah busi, khususnya yang sudah lama belum diganti.

Jum'at, 14 Juni 2019 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Gonta-ganti BBM Saat Mudik, Perlukah Ganti Busi?
Ilustrasi kondisi busi mobil yang harus diganti (Otobots)

OTOSIA.COM - Selain mengganti oli dan mengecek kaki-kaki kendaraan salah satu komponen lain yang tidak boleh dianggap sepele usai mudik adalah busi, khususnya yang sudah lama belum diganti.

Terlebih kendaraan digunakan secara non-stop, macet dan mengisi BBM campur-campur akibat keterbatasan bahan bakar berkualitas saat mudik.

"Busi sangat perlu dicek, terutama kalau kendaraan kita running kontinyu nonstop tanpa berhenti. Kenapa begitu? Kondisi macet atau tidak, busi tetap bekerja sesuai dengan load engine rpm. Semakin gas dibejek busi semakin cepat bekerja," jelas Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano.

BBM yang campur-campur dengan mutu jelek juga memberikan efek pada busi. Apalagi tidak sesuai spesifikasi kendaraan. Karena itu disarankan diperiksa, kalau perlu diganti karena akan memberi pengaruh ke ketahanan busi.

Iya lantas kasih contoh kasus banyak mobil bermesin bensin yang mogok akibat kualitas BBM buruk tahun 2014 silam.

"Inget tidak sekitar tahun 2014 lalu ada kasus hampir semua kendaraan bensin mendadak mati? Kasus ini akhirnya tidak ada titik terang. Itu sebetulnya banyak dipengaruhi kondisi BBM kita yang buruk saat itu. Artinya bensin buruk komposisinya tidak murni dan hubungannya ada di RON bukan master BBM," paparnya.

1 dari 2 Halaman

Kualitas BBM

Gonta-ganti BBM Saat Mudik, Perlukah Ganti Busi?Kualitas BBM

Menurutnya kualitas BBM tersebut bisa berhubungan dengan kondisi busi. "Permasalahan durabilitas bisa mengakibatkan kebocoran dan bisa menimbulkan percikan api di sisi elektroda. Jadi balik lagi ke load engine dan ingat patokan ganti busi bisa dilihat dari kilometer ataupun kondisi fisik kepala busi. Kalau sudah tercapai kilometernya disarankan ganti. Umumnya pada mobil busi diganti setiap 20.000 km," lanjutnya.

Berdasarkan penelitian NGK Indonesia, BBM yang buruk berkolerasi dengan mobil mati mendadak akibat ditemukannya kandungan mangan (Mn) dan besi (Fe). Dampak lain, endapan karbon akan cepat muncul akibat meningkatnya temperatur di ruang bakar.

"Nah carbon itu yang nantinya menutupi bagian elektroda dan insulator. Lama-lama jadi hitam warnanya. Kalau sudah begini otomatis aliran listrik jadi tidak fokus lagi di antara kedua elektrodanya," beber Diko.

Jika percikan api sudah tidak lagi fokus otomatis ia akan mencari-cari media yang bisa dialiri listrik. "Paling gampang ke bagian bodi busi yang terbuat dari besi. Kalau sudah begitu percikan ada di samping dong, ini tidak normal," jelasnya.

2 dari 2 Halaman

Wajib Ganti

Gonta-ganti BBM Saat Mudik, Perlukah Ganti Busi?Wajib Ganti

Menurut Diko, lapisan karbon atau kerak dan berwarna hitam di kepala busi tidak bisa dibersihkan secara total. Pasalnya senyawa tersebut sudah menyatu ke bagian insulator dan elektroda.

"Nah kalau businya sudah begini, makanya wajib deh diganti," imbuh Diko.

Namun secara umum, lanjut Diko, penyakit busi itu ada dua, yakni masalah karbon fouling (kerak hitam basah dan kering) dan erosi akibat terlalu lama dipakai.

"Apabila kondisi erosi tapi malas ganti. Cermati saja lagi cirinya pada elektrodanya. Jika sudah aus atau terkikis, ya kudu ganti juga. Prinsipnya percikan listrik jadi tidak fokus. Jadi saat dicek usai dipakai mudik, busi memperlihatkan tanda-tanda tersebut, segeralah ganti demi keamanan dan kenyamanan berkendara," imbuhnya.

 

BERI KOMENTAR