HOME » BERITA » GUBERNUR YOGYAKARTA TAK MELARANG WARGANYA MUDIK SEBELUM TANGGAL 6 MEI, ASAL...

Gubernur Yogyakarta Tak Melarang Warganya Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Asal...

Gubernur DI Yogyakarta tak melarang warganya pulang kampung ke Yogyakarta sebelum 6 Mei 2021. Hanya saja semua warga yang mudik sebelum periode larangan mudik Lebaran 2021 itu wajib menerapkan prokes.

Selasa, 20 April 2021 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Gubernur Yogyakarta Tak Melarang Warganya Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Asal...
Pemeriksaan arus mudik Lebarn 2020 (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Periode larangan mudik Lebaran 2021 berlaku pada 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021. Meski begitu, mulai saat ini masyarakat diimbau agar tidak melakukan mudik lebih awal.

Larangan ini dilakukan agar tak menambah kasus positif COVID-19. Apalagi saat ini program vaksinasi sedang berlangsung dan masih banyak warga yang belum mendapatkan vaksin.

Kendati demikian, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan HB X tidak melarang warganya di perantauan untuk mudik ke Yogyakarta sebelum 6 Mei 2021. Hanya saja, mereka harus menerapkan protokol kesehatan 5M secara ketat.

1 dari 2 Halaman

Prokes 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Sri Sultan HB X di Gunung Kidul, Senin (19/4/2021), mengatakan jika larangan mudik berlaku seluruh Indonesia mulai 6-17 Mei 2021. Namun 95,06 zona di DIY itu masuk zona hijau, bahkan setiap akhir pekan banyak orang datang ke Yogyakarta.

"Nah, nanti saya kira untuk Idul Fitri pun sebelum tanggal 7 (Mei) yang orang Yogyakarta di Jakarta dan sebagainya mungkin sudah pada pulang, kira-kira kan gitu. Ya sudah asal bisa memenuhi 5M tidak masalah. Yang orang Yogyakarta sendiri kan dibebaskan untuk bisa pergi," kata Sultan.

Ia mengatakan Pemda DIY telah menyiapkan dua langkah antisipasi terhadap pemudik dalam rangka menekan laju penyebaran COVID-19 menjelang Lebaran 2021. Pertama menunjukkan syarat tertentu seperti hasil tes usap antigen. Kedua, pengawasan tingkat desa dengan melibatkan bhabinkamtibmas plus dalam penerapan 5M.

2 dari 2 Halaman

Selain itu, pelibatan jaga warga sangat penting karena masyarakat lebih terbiasa dengan sesama warga dibandingkan berhadapan dengan aparat.

"Ya kemungkinan kita batasi, dalam arti ada dua mungkin di jalan harus memenuhi syarat tertentu. Atau di tempat desa, dusun, RT dan RW ada Babinsa, Bhabinkamtibmas plus jaga warga yang akan mengingatkan untuk 5M," katanya.

Reporter: Iqbal Fadil

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR