HOME » BERITA » H+5 LEBARAN, 3.095 KENDARAAN DIMINTA PUTAR BALIK KARENA TAK ADA SIKM

H+5 Lebaran, 3.095 Kendaraan Diminta Putar Balik karena Tak Ada SIKM

Pada H+5 Lebaran, sebanyak 3.095 kendaraan terpaksa diputar balik ke titik awal karena pengendara tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Jum'at, 29 Mei 2020 16:45 Editor : Ahmad Muzaki
H+5 Lebaran, 3.095 Kendaraan Diminta Putar Balik karena Tak Ada SIKM
Petugas gabungan mengarahkan pengendara mobil untuk putar balik saat akan memasuki wilayah Jakarta di Gerbang Tol Cikupa, Tangerang, Rabu (27/5/2020). Kendaraan yang menuju Jakarta wajib menunjukkan Surat Izin Keluar atau Masuk (SIKM) untuk menekan penyeb

OTOSIA.COM - Tetap konsisten, mudik dan arus balik tetap dilarang di masa pandemi Corona. Oleh sebab itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terus mengawasi kendaraan yang hendak keluar dan masuk wilayah DKI Jakarta.

Melansir Liputan6.com, tercatat pada H+5 Lebaran, sebanyak 3.095 kendaraan terpaksa diputar balik ke titik awal karena pengendara tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

"Hingga Kamis kemarin ada 3.095 kendaraan yang diberi sanksi putar balik karena tak bisa menunjukkan SIKM," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).

1 dari 2 Halaman

Lebih lanjut Yusri mengatakan jika kepolisian tetap mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Hal itu diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

"Salah satunya tentang SIKM itu tadi dan sanksi yang diberikan ke pengendara," ujar dia.

Yusri menyebut jumlah pelanggar mengalami peningkatan dibandingkan pada hari Rabu (27/5/2020) lalu.

"Pada Rabu kemarin, jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 2.898 kendaraan, sehingga terjadi peningkatan sebesar 7 persen," ucap dia.

2 dari 2 Halaman

20 Titik Penjagaan

Sebelumnya, polisi telah mendirikan 20 titik pos pemeriksaan SIKM yang tersebar di Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang.

Sebanyak 9 titik pos pemeriksaan SIKM di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama. Kemudian 11 pos pemeriksaan yang ada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang merupakan penyekatan lapis kedua.

BERI KOMENTAR