HOME » BERITA » HALAL-HARAM RITUAL MENGGOSOK BUSI BASAH SAAT MOTOR MOGOK

Halal-Haram Ritual Menggosok Busi Basah saat Motor Mogok

Kecurigaan terbesar soal penyebab motor mogok umumnya didasarkan pada busi yang basah sehingga menghambat performa mesin, terutama sektor pengapian.

Senin, 29 Maret 2021 11:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Halal-Haram Ritual Menggosok Busi Basah saat Motor Mogok
Ilustrasi Busi NGK (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Ketika motor mogok saat perjalanan, tidak jarang masyarakat yang curiga dengan kondisi busi. Apalagi bila motornya tergolong tua seperti Honda Grand atau Supra lawas.

Kecurigaan terbesar soal penyebab motor mogok umumnya didasarkan pada busi yang basah sehingga menghambat performa mesin, terutama sektor pengapian. Ditambah dengan busi yang sudah berkerak, masyarakat bisa saja mengambil langkah dengan menggosok ujungnya karena dianggap bisa membersihkan sekaligus mengeringkannya.

Lantas, apakah cara seperti ini sudah benar?

1 dari 5 Halaman

Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia, menjelaskan bahwa sebenarnya menggosok ujung busi tidaklah optimal dan malah memperburuk kondisi busi. Ia menegaskan bahwa hal itu akan lebih cepat menyebabkan pengikisan.

"Bagian mana yang digosok? Umumnya sih bagian elektrodanya. Kalau elektroda digosok dimaksudkan buat bersihin kerak sudah dipastikan tidak akan bisa bersih, sebab menggosok bagian elektroda dengan amplas sama saja mempercepat pengikisan," terang Diko saat dihubungi via pesan singkat.

 

2 dari 5 Halaman

Bila masyarakat menghadapi kondisi darurat dan terpaksa harus menggosok busi karena motor mogok di tengah jalan, Diko menyarankan untuk melakukan penanganan terlebih dahulu dan dilanjutkan mengganti busi lama dengan baru.

"Kondisi darurat apa pun bisa dilakukan. Jika penanganan darurat sudah dilakukan segera ganti busi yang bermasalah dengan yang baru," tegasnya.

Untuk mengecek kondisi busi masih dalam kondisi baik atau perlu penggantian, ada satu trik ringan yang bisa dilakukan. Ketika busi sudah dilepas, pastikan cop busi masih menempel pada terminal. Selanjutnya, tempelkan elektroda pada bodi motor sembari di-stater.

 

3 dari 5 Halaman

"Yang pasti keringkan dulu sampai benar-benar kering, pastikan tidak ada sisa air yang nempel, untuk pengetesan bisa dilakukan dengan konek ke bodi kendaraan atau dilepas businya kemudian dicek dengan alat tes busi," ujarnya lagi.

Permasalahan berikutnya tentu bagaimana cara mendeteksi busi basah dengan cara yang praktis. Bila saja motor mengalami masalah di saat genting, mungkinkah busi basah dapat dikenali dengan mudah?

"Sejauh ini kami belum pernah membuat alat pengujian atau pendeteksi busi basah, paling enggak bisa di cek di ECU untuk memastikan kerusakan busi," tutup Diko.

 

4 dari 5 Halaman

Penyebab Busi Motor Basah

Motor yang dioperasikan setiap hari tentu mengalami berbagai 'ujian' di jalan, sehingga banyak hal berpotensi menyebabkan busi motor menjadi basah. 

Menurut situs resmi Astra Motor, ada 3 faktor yang perlu diperhatikan:

1.  Busi sudah tidak lagi berfungsi optimal

 

Akibat faktor pemakaian, tentu busi memiliki masa pakai dan perlu diganti sewaktu-waktu. contohnya saat busi sudah mencapai jarak tempuh 6 ribu kilometer, atau sekali setiap dua kali ganti oli. Busi yang sudah turun performa pastinya menghambat pembakaran. 

 

5 dari 5 Halaman

2. Oli masuk ke ruang bakar

Masuknya oli ke ruang bakar umumnya terjadi karena kebocoran pada silinder atau ring piston. Hal ini tentu saja akan menghambat pembakaran dan lama-lama elektroda busi menjadi korban, karena kerak sisa pembakaran yang lebih cepat menumpuk pada elektroda. Ujung-ujungnya, temperatur busi berubah-ubah tak menentu dan akan memperpendek masa pakai busi. 

3. Sistem pengapian bermasalah

 

Motor memiliki pola pengapian yang sangat komplek dan setiap part memiliki fungsi vital. Ketika busi tidak menyala, namun masih terdapat proses pencampuran udara dan bahan bakar, kelembaban akan meningkat sehingga ujung busi bisa saja basah. 

 

 

BERI KOMENTAR