HOME » BERITA » HASIL PENELITIAN, PEMAKAIAN MASKER SECARA LUAS BISA CEGAH GELOMBANG KEDUA COVID-19

Hasil Penelitian, Pemakaian Masker Secara Luas Bisa Cegah Gelombang Kedua COVID-19

Diperkirakan jika hanya lockdown tak akan menghentikan penyebaran virus corona, tapi pemakaian masker kain bisa secara dramatis mengurangi angka penularan

Kamis, 11 Juni 2020 16:00 Editor : Ahmad Muzaki
Hasil Penelitian, Pemakaian Masker Secara Luas Bisa Cegah Gelombang Kedua COVID-19
Pelajar Wuhan Kembali Sekolah. ©2020 STR / AFP

OTOSIA.COM - Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Inggris, penggunaan masker secara massal oleh masyarakat dapat menekan penyebaran COVID-19 dan gelombang kedua yang bisa saja terjadi. Apalagi jika disertai penerapan lockdown.

Melansir Merdeka.com, penelitian yang dipimpin ilmuwan dari Universitas Cambridge dan Universitas Greenwich Inggris ini, memperkirakan jika hanya lockdown tak akan menghentikan penyebaran virus corona, tapi masker yang dibuat sendiri atau masker kain pun bisa secara dramatis mengurangi angka penularan jika banyak orang memakainya saat berada di tengah keramaian.

"Analisis kami mendukung penggunaan masker secara langsung dan meluas oleh publik," jelas Richard Stutt, yang ikut memimpin penelitian di Cambridge, dikutip dari Reuters, Kamis (11/6).

Stutt mengatakan, menggabungkan penggunaan masker secara luas dengan penerapan jarak sosial dan beberapa tindakan lockdown, bisa menjadi "cara yang dapat diterima untuk mengelola pandemi dan membuka kembali kegiatan ekonomi" sebelum pengembangan vaksin yang efektif melawan Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona.

Temuan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah "Proceedings of the Royal Society A".

1 dari 2 Halaman

Rekomendasi WHO

Pada awal dimulainya pandemi, belum ada data terkait COVID-19 karena penyakit baru dan juga efektivitas pemakaian masker dalam memperlambat penularan.

Tetapi, didorong oleh beberapa penelitian baru dalam beberapa pekan terakhir, WHO mengatakan pada Jumat bahwa mereka merekomendasikan agar semua orang memakai masker kain saat berada di tempat umum sebagai upaya mengurangi penyebaran penyakit.

Dalam studi ini, para peneliti menghubungkan dinamika penyebaran antara orang-orang dengan model tingkat populasi untuk menilai efek pada tingkat reproduksi penyakit, atau nilai R, dari berbagai skenario penggunaan masker yang dikombinasikan dengan periode lockdown.

Nilai R mengukur jumlah rata-rata orang yang akan ditularkan oleh satu orang yang terinfeksi penyakit. Nilai R di atas 1 dapat menyebabkan pertumbuhan eksponensial.

Penelitian ini menemukan bahwa jika orang memakai masker setiap kali mereka berada di tempat umum, hal itu dua kali lebih efektif dalam mengurangi nilai R daripada jika masker hanya dipakai setelah gejala muncul.

2 dari 2 Halaman

Dalam semua skenario yang diteliti, penggunaan masker secara rutin oleh 50 persen atau lebih dari populasi mengurangi penyebaran Covid-19 ke R kurang dari 1,0, meratakan gelombang penyakit di masa depan dan memungkinkan lockdown yang kurang ketat.

Para ahli yang tidak terlibat langsung dalam studi terbaru di Inggris memiliki kesimpulan yang terbelah.

Brooks Pollock, pakar pemodelan penyakit menular Universitas Bristol, mengatakan kemungkinan dampak masker bisa jauh lebih kecil dari yang diperkirakan. Kesimpulan lainnya, diperkirakan masker bisa menjadi tindakan efektif jika diterapkan di tengah masyarakat. Hal ini diungkap oleh Trish Greenhalgh, seorang profesor Universitas Oxford.

BERI KOMENTAR