HOME » BERITA » HEBOH PENGEMUDI TAKSI ONLINE BAWA ANAK SINGA, INI TANGGAPAN TAMAN SAFARI

Heboh Pengemudi Taksi Online Bawa Anak Singa, Ini Tanggapan Taman Safari

Disebut anak singa itu dibawa dari Bandara Halim Perdanakusuma hingga ke Taman Safari Indonesia

Jum'at, 16 Maret 2018 12:30 Editor : Rohimat Nurbaya
Anak singa dibawa menggunakan taksi online (Instagram @lambeonlen)

OTOSIA.COM - Jagat maya sempat dihebohkan postingan seorang pengendara Grabcar. Dia mendapat orderan untuk mengantar anak singa dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke Taman Safari Indonesia.

Dalam capture atau tangkapan layar, tertulis pesan dalam orderan "Bawa barang aja ya mas, anak singa."

Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial itu juga, anak singa bertengger di atas jok kursi depan mobil dengan muka lesu. Anak raja hutan itu dirantai pada bagian lehernya agar tidak lepas.

Anak singa dibawa menggunakan taksi online (Instagram)

Pada tangkapan layar kedua, sopir Grabcar itu menceritakan pengalamannya membawa anak singa itu. Pengemudi Grabcar mengaku takut saat membawa anak singa itu kepada kontak temannya lewat WhatsApp.

"Saya hampir dicakar," tulisnya.

Terkait dengan hal tersebut, pihak Taman Safari Indonesia angkat bicara, mereka membantah adanya pengiriman anak singa dari Halim Perdanakusuma ke Taman Safari, menggunakan transportasi online. Apalagi disebutkan tanpa menggunakan kandang transport.

"Kami Taman Safari Indonesia menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar," seperti ditulis dalam website resmi Taman Safari Indonesia.

Pihak Taman Safari Indonesia memastikan, seekor Singa dalam foto tersebut bukan satwa milik di sana.

Dalam website itu juga disebutkan, Taman Safari Indonesia memiliki prosedur pemindahan satwa. Salah satunya adalah satwa yang dipindahkan wajib menggunakan kandang transport sesuai dengan klasifikasi satwa.

"Dalam berita tersebut disampaikan bahwa satwa tersebut dijemput di Bandara, hal tersebut tidak mungkin karena pihak karantina bandara, maskapai penerbangan, dan otoritas bandara memiliki prosedur tinggi untuk pengangkutan satwa," seperti ditulis dalam website itu.

(kpl/Mat)

BERI KOMENTAR