HOME » BERITA » HELM JATUH TAK BOLEH DIPAKAI LAGI, MITOS ATAU FAKTA?

Helm Jatuh Tak Boleh Dipakai Lagi, Mitos atau Fakta?

Tak sedikit pemotor percaya bahwa helm yang sudah pernah jatuh dari ketinggian tertentu sangat terlarang untuk digunakan kembali

Rabu, 30 September 2020 21:15 Editor : Cornelius Candra
Helm Jatuh Tak Boleh Dipakai Lagi, Mitos atau Fakta?
Honda CBR250RR SP (Otosia.com/ Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Helm merupakan satu-satunya pelindung kepala saat mengendarai motor. Karena itu, perlu ada perlakuan khusus agar proteksi yang diberikan tidak berkurang.

Tak sedikit pemotor percaya bahwa helm yang sudah pernah jatuh dari ketinggian tertentu sangat terlarang untuk digunakan kembali. Lantas, benarkah anggapan tersebut?

"Jadi helm itu ada 3 lapisan, shell atau kulit luarnya, kemudian ada IPS (Impact Protection System atau stereofoamnya itu, dan inner layer helm. Ketiganya ini merupakan 1 kesatuan," terang Christanto Ramli, pemilik Gasoline Rider Station, salah satu toko perlengkapan berkendara di Jakarta Pusat.

1 dari 1 Halaman

"Ketika terjadi impact karena kecelakaan atau pun helm terjatuh, lapisan IPS akan retak halus, bahkan sulit dilihat mata. Tapi terasa ketika disentuh. Kalau sudah seperti ini jelas tidak bisa dipakai lagi," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Om Chris itu juga menyebut bahwa kemampuan helm dalam menerima tekanan berbeda-beda. Pasalnya, material yang digunakan setiap merek tidak sama dan memiliki standarisasinya masing-masing.

"Untuk sekarang helm paling aman yang beredar di pasaran menggunakan bahan super glass fibre. Material ini juga yang digunakan beberapa para pembalap di MotoGP," pungkasnya saat ditemui redaksi Otosia belum lama ini.

BERI KOMENTAR