HOME » BERITA » HENGKANG DARI THAILAND, CHEVROLET 'RUMAHKAN' RIBUAN KARYAWAN

Hengkang dari Thailand, Chevrolet 'Rumahkan' Ribuan Karyawan

Menyusul keputusan untuk hengkang dari Thailand, Chevrolet akan memberhentikan ribuan karyawannya.

Kamis, 20 Februari 2020 14:15 Editor : Cornelius Candra
Hengkang dari Thailand, Chevrolet 'Rumahkan' Ribuan Karyawan
Chevrolet Trax (Chevrolet)

OTOSIA.COM - Melalui press release resmi, General Motors (GM) Menyatakan tak akan lagi menjual Chevrolet di Thailand per akhir tahun 2020. Penyebabnya jelas, penjualan mereka cenderung rendah.

"GM telah mempertimbangkan untuk mempertahankan Chevrolet di pasar Thailand, tapi kenyataannya tak ada lagi basis produksi Chevrolet di Thailand dan Chevrolet tak lagi bisa bersaing dengan baik di Thailand," ujar Dunstan.

1 dari 2 Halaman

Namun, pihak GM mengaku bahwa fasilitas aftersales masih terus berjalan, seperti bengkel resmi dan penyediaan suku cadang. Meski demikian, tentu tetap ada dampak buruk bagi karyawan.

Mengutip dari Auto.ndtv.com, pabrikan asal Amerika Serikat itu berencana untuk "merumahkan" ribuan karyawannya mulai Juni 2020 mendatang. Total, sekitar 1.400 orang tak akan lagi bekerja untuk Cheverolet.

2 dari 2 Halaman

"Rencananya kami akan memberhentikan 1.000 karyawan dari bagian produksi pada Juni, kemudian 300 sampai 400 orang dari bagian perakitan di Oktober," jelas Jak Punchoopet, penasihat Menteri Tenaga Kerja Thailand.

Sedangkan 2 pabriknya di Rayong, Thailand akan dijual ke pabrikan asal China, Great Wall. Langkah ini harus diambil menyusul ditutupnya 2 fasilitas Chevrolet di Australia dan Selandia Baru.

BERI KOMENTAR