HOME » BERITA » HINDARI MESIN OVERHEAT, PERHATIKAN 7 KOMPONEN INI

Hindari Mesin Overheat, Perhatikan 7 Komponen Ini

Simak beberapa komponen yang perlu mendapat perhatian lebih supaya mobil terhindar dari overheat.

Senin, 25 Februari 2019 17:15 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi mobil overheat (reddevilradiators.com.au)

OTOSIA.COM - Mobil yang sudah berumur biasanya akan dicap mudah mogok karena overheat. Namun, pernyataan ini tidaklah sepenuhnya benar dan tidak salah juga. Mengapa demikian?

Semua mobil memiliki potensi untuk mengalami overheat jika terjadi kerusakan pada sistem pendinginan mesinnya. Mobil yang sudah berumur lebih dari 5 tahun akan memiliki potensi overheat yang cukup besar dibanding mobil baru.

Namun, bukan berarti mobil tua selalu overheat. Kendala tersebut bisa dihindari jika memang pemiliknya rajin memperhatikan dan merawat sistem pendinginan mobilnya seperti radiator, thermostat, kipas, waterpump dan lain-lain.

Lalu, sebenarnya bagian mana saja yang harus diperhatikan agar terhindar dari overheat?

Menurut Hadi Taruna selaku pemilik bengkel EngineBlock Autoworks di kawasan Bintaro menuturkan bahwa sedikitnya ada 7 komponen yang berpotensi menjadi sumber penyebab mobil overheat.

"Kalo bicara hal yang harus diperhatikan pada mobil tua sebenernya cukup banyak yaa. Cuma ini saya ringkas aja hal-hal yang paling banyak orang alami ketika mengalami overheat pada mobilnya," ujar pria yang akrab disapa Hatar ini.

Hatar pun menjelaskan ketujuh komponen yang harus diperhatikan agar tidak menjadi penyebab mesin overheat:

1. Radiator

Sebagai komponen utama dari sistem pendinginan mesin mobil, peran radiator sangatlah krusial. Perawatan paling mudah yang dapat kita lakukan yaitu cukup dengan memperhatikan kondisi air radiator supaya tetap sesuai batas maksimal tidak keruh atau berwarna kecoklatan layaknya kopi susu.

Hindari penggunaan air tanah sebagai air radiator. Pasalnya, air tanah banyak mengandung mineral zat besi yang dapat merusak radiator. Fisik dari radiator itu sendiri juga harus diperhatikan, seperti kisi-kisi radiator yang mulai korosif dan juga tutup reservoir yang sudah berumur biasanya rentan tidak bisa menutup rapat.

Alangkah baiknya, lakukanlah servis radiator secara berkala di bengkel langganan atau di tempat servis radiator, terutama untuk mobil-mobil yang sudah cukup tua.

2. Selang Radiator

Selain dari radiator itu sendiri, komponen penunjang lainnya seperti selang radiator juga harus diperhatikan. Selang radiator pada mobil tua biasanya akan termakan usia dan menyebabkan karetnya menciut ketika dilalui air bertekanan tinggi.

Selang yang menciut tersebut berpotensi menyebabkan masuknya angin ke dalam radiator dan dapat membuat jalur air menjadi tidak vacuum. Hal ini umumnya terjadi pada mobil-mobil asal Eropa yang mengadopsi sistem buang angin pada sistem pendinginannya.

Selang yang sudah berumur juga berpotensi memuai. Hal ini akan menyebabkan terjadinya uap yang berasal dari dalam air radiator. Jika terjadi, maka akan membuat air radiator menjadi cepat habis.

3. Waterpump

Komponen lain yang harus diperhatikan ialah waterpump. Peran waterpump juga sangatlah penting karena bertugas memompa air yang ada di dalam sistem pendinginan ruang mesin agar terus bersirkulasi mendinginkan mesin. Jika waterpump mati, maka komponen lain juga tidak akan berfungsi.

Kerusakan pada waterpump biasanya disebabkan oleh kondisi seal yang sudah tidak bagus dan bisa juga disebabkan oleh kipas yang sudah mulai korosif.

4. Kipas

Hal yang paling mudah diperhatikan pada kipas yaitu dengan melihat putaran baling-balingnya. Jika putaran kipas sudah melambat, kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi dynamo cooling fan yang sudah tidak bagus sehingga tidak dapat berfungsi maksimal.

Kerusakan pada kipas dapat juga disebabkan oleh kondisi sekring atau relay kipas yang meleleh. Hal ini bisa dipicu oleh korsleting atau umur sekring dan relay itu sendiri.

5. Thermostat

Kondisi yang sudah tidak bagus dapat memicu thersmostat akan terus tertutup sehingga air tidak dapat bersirkulasi kembali ke radiator. Oleh karena itu, perhatikan juga kondisi dari thermostat mobil dan pastikan masih berfungsi baik.

6. Kondisi head mesin

Jika sebelumnya kita hanya berfokus pada komponen sistem pendinginan mesin, sebaiknya jangan lupa juga untuk selalu merawat dan memperhatikan kondisi mesin..

Kondisi yang sudah tidak bagus dapat membuat mesin menjadi sering panas, terutama pada bagian head. Permukaan head mesin yang sudah melengkung dapat menimbulkan masuknya angin palsu yang berpotensi menyebabkan mesin menjadi overheat.

Jika sudah mengalami hal ini, sebaiknya segeralakukan overhaul pada mesin tersebut, baik secara keseluruhan maupun hanya top overhaul.

7. Freon AC

Khusus untuk komponen ini biasanya terjadi pada mobil Peugeot. Hal ini dikarenakan kontrol untuk high speed fan pada mobil Peugeot akan diatur berdasarkan pressure pada switch AC yang notabenenya menggunakan tekanan Freon.

Oleh karena itu, jika tekanan pada freon AC kurang, maka kemungkinan akan menyebabkan suhu mesin menjadi mudah naik dan berpotensi overheat.

Hatar juga menambahkan, bahwa potensi mobil overheat dapat diminimalisir jika para pemilik kendaraan mau memperhatikan dan rutin memeriksa kondisi sistem pendinginan pada mobilnya.

"Kadang orang itu kan cuma maunya sekedar pake, isi bensin dan ganti oli saja tanpa memperhatikan kondisi sistem pendinginan mobilnya. Padahal jika mereka sensitif dan rutin ngecek sistem pendinginan mobilnya, maka akan meminimalisir yang namanya overheat. Terutama untuk mobil-mobil yang sudah cukup termakan usia yaa," sambung Hatar.

Terakhir Hatar menambahkan, "Sebenarnya kalo kita malas atau ga ngerti ngecek sendiri, tinggal bawa saja mobilnya ke bengkel langganan, atau tukang servis radiator, dan biar mereka yang mengecek secara mendetail."

Sistem pendinginan mesin merupakan hal yang sangat vital bagi sebuah kendaraan, jika sistem ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka tentu akan menimbulkan kendaraan tersebut mogok karena overheat.

(kpl/ikb/crn)

BERI KOMENTAR