HOME » BERITA » HINDARI MESIN OVERHEAT SAAT MUDIK 2018, PERHATIKAN HAL-HAL INI

Hindari Mesin Overheat Saat Mudik 2018, Perhatikan Hal-hal ini

Sabtu, 09 Juni 2018 11:45

Hindari Mesin Overheat Saat Mudik 2018, Perhatikan Hal-hal ini
Foto: Readersdigest.ca
Editor : Ahmad Muzaki | Reporter : Nazar Ray

Otosia.com - Musim mudik lebaran dengan kendaraan pribadi akan mulai ramai pada beberapa hari kedepan. Jutaan orang yang mudik ke kampung halaman kerap menimbulkan kemacetan di sana-sini. Kondisi ini tentu membuat mesin kendaraan bekerja ekstra keras. Salah-salah mobil malah overheat.

Nah untuk menghindari kondisi kendaraan overheat, ada baiknya memperhatikan beberapa hal sebelum kendaraan digunakan untuk perjalanan mudik yang rawan kemacetan.

Pada kendaraan, suhu temperatur pada mesin tinggi bisa menyebabkan beberapa masalah serius. Satu di antaranya dikenal dengan istilah engine overheat. Pada kondisi ini, suhu mesin kendaraan sangat panas akibat suhu pembakaran tidak didinginkan secara optimal. Hal ini bisa mengakibatkan rusaknya komponen pada mesin kendaraan.

Jika dibiarkan atau dianggap sepele, maka akan fatal akibatnya, yaitu mesin kendaraan bisa mati karena tidak berfungsinya sebagian komponen mesin kendaraan, seperti piston yang terkunci atau klep yang bengkok akibat pemuaian.

Tentu Anda tidak ingin kejadian seperti di atas mengganggu perjalanan Anda ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara, bukan?

Lantas, apa saja hal-hal yang dianggap sepele, namun bisa bikin kendaraan engine overheat?

Menurut Reinard Winardi, Departement Manager Denso Sales Indonesia, terdapat beberapa hal sepele yang sering diabaikan, namun bisa menjadi penyebab engine overheat, yaitu:

Motor Fan Mati

Untuk mendinginkan radiator, dibutuhkan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh motor fan. Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat mendinginkan suhu mesin. Akibatnya, temperatur di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.

Radiator Cap Rusak

Biasanya karena usia pakai. Hal ini disebabkan oleh salah satu komponen bahan dari cap (tutup) radiator berbahan dasar karet menjadi getas karena terkena panas coolant sehingga tidak bisa mengatur tekanan di dalam radiator. Dalam konteks lain, cap radiator harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Jika tidak sesuai, maka valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas. Hal ini bisa menyebabkan mesin overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.

Radiator Bocor

Biasanya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator. Ini dikarenakan radiator diisi oleh air selain air radiator (coolant). Kandungan oksigen dalam air bertemu dengan logam dan terjadilah reaksi kimia yang mengakibatkan korosi. Karena korosi tersebut, radiator yang berbahan logam akan terkikis dan menyebabkan kebocoran.

Pada kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sehingga tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan. Kalau coolant tidak mendinginkan mesin dalam waktu yang lama, artinya mesin dalam keadaan yang panas, maka bisa terjadi overheat.

Air Radiator Habis

Air radiator (coolant) bisa habis karena penguapan akibat suhu mesin yang panas. Atau, terdapat kebocoran pada sistem sirkulasi radiator. Hal ini dapat menyebabkan sistem sirkulasi di radiator tidak bekerja optimal. Jika air radiator menjadi sedikit, bahkan habis, maka suhu di mesin tidak dapat didinginkan. Lalu, yang terjadi adalah percepatan engine overheat.

“Sebagai pengendara, kita wajib melakukan pengecekan dan perawatan kendaraan secara berkala. Jangan tunggu kendaraan rusak, baru datang ke bengkel. Lakukan preventive action untuk mengurangi risiko kerusakan saat di perjalanan,” imbuh pria yang berkantor di daerah Jalan Gaya Motor, Sunter ini.

 (kpl/nzr/ahm)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-6-11
detail

BERITA POPULER