HOME » BERITA » HINDARI PENGGUNAAN ZAT ADITIF UNTUK MENAIKKAN OKTAN BBM, INI ALASANNYA

Hindari Penggunaan Zat Aditif untuk Menaikkan Oktan BBM, Ini Alasannya

Ada beberapa cara agar mobil selalu dalam kondisi optimal. Pertama, terkait soal bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mobil.

Selasa, 06 April 2021 10:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Hindari Penggunaan Zat Aditif untuk Menaikkan Oktan BBM, Ini Alasannya
Ilustrasi Daihatsu Terios (Daihatsu)

OTOSIA.COM - Setiap mobil tentu memiliki usia pakai yang akan semakin pendek apabila tidak dijaga. Menjaga umur pakai mobil sama dengan menjaga agar performanya tetap terjaga, ramah lingkungan dan tentu saja hemat bahan bakar.

Umumnya mobil saat ini tidak banyak membutuhkan perawatan ekstra. Akan tetapi bila maintenance rutin tidak diterapkan, maka bisa saja menumpuk di belakang dan mesin lebih cepat rusak.

1 dari 3 Halaman

Menurut Daihatsu, ada beberapa cara agar mobil selalu dalam kondisi optimal. Pertama, terkait soal bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mobil.

Sebagai contoh untuk mobil Daihatsu telah memenuhi standar emisi EURO-4, sehingga direkomendasikan untuk menggunakan bahan bakar standar EURO 4.

Hal ini bertujuan untuk menghasilkan performa terbaik. Bahan bakar dengan RON yang tepat dapat menjaga kebersihan ruang bakar mesin dan dan turut menjaga kebersihan lingkungan dari polusi.



2 dari 3 Halaman

Selanjutnya, tidak perlu memanaskan mobil dalam waktu lama. Cukup tunggu sampai lampu indikator di meter kombinasi padam. Ketika RPM sudah stabil, lanjut untuk hidupkan AC.


Cek juga status BBM dan pastikan masih cukup selama Kamu keluar rumah. Hindari penggunaan zat aditif untuk menaikkan nilai oktan BBM, mendongkrak performa mesin atau pun mengurangi knocking.

"Zat aditif ini dapat mengandung bahan kimia yang tidak sesuai dengan kondisi mobil", jelas Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM).



3 dari 3 Halaman

Penggunaan zat aditif yang tidak sesuai dengan ketentuan berisiko menyebabkan kerusakan pada tangki bensin, fuel pump dan mesin. Selain itu, sistem kontrol emisi juga akan terpengaruh sehingga emisi gas buang tidak akan bisa memenuhi regulasi standar.


"Kami berharap, melalui sharing tips ini, mobil Sahabat dapat terus dalam kondisi yang optimal, sehingga dapat tetap beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Sahabat juga dapat memastikan kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan service rutin di bengkel resmi Daihatsu terdekat", tambahnya.

BERI KOMENTAR