HOME » BERITA » HINO TURUT DUKUNG PENGEMBANGAN MOBIL LISTRIK DI INDONESIA

Hino Turut Dukung Pengembangan Mobil Listrik di Indonesia

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) melakukan kerjasama dengan Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) dalam mengembangkan mobil listrik.

Sabtu, 10 November 2018 19:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi Hino (cmihinoadelaide.com.au)

OTOSIA.COM - Pengembangan mobil listrik saat ini tengah menjadi salah satu fokus pemerintah. Bahkan, para akademisi dan agen pemegang merek (APM)juga turut berkontribusi dalam hal tersebut.

Seperti tidak ingin ketinggalan, salah satu jenama mobil komersial yang berbisnis di Tanah Air, Hino juga mendukung perkembangan kendaraan ramah lingkungan.

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) melakukan kerjasama dengan Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) dalam hal penelitian dan pengembangan mobil listrik. Kerja sama khususnya melalui penggunaan alat ukur kinerja kendaraan listrik, yang diserahkan sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Dijelaskan Kazushi Ehara, Presiden Direktur PT HMMI, mobilitas manusia yang semakin tinggi dengan moda transportasi yang digunakan membutuhkan sumber energi. Sayangnya ketersediannya semakin terbatas serta proses pencariannya yang semakin sulit dan mahal.

"Itulah kondisi saat sekarang yang sangat serius dihadapi oleh bangsa Indonesia yang sepenuhnya masih mengandalkan ketergantungan pada sumber energi yang berasal dari fosil minyak bumi," jelas Kazushi, di hadapan civitas akademika Fakultas Teknik UI, seperti dalam keterangan resminya kepada Liputan6.com, Jumat (9/11/2018).

Untuk diketahui, pemerintah saat ini sangat serius dalam hal pengelolaan energi untuk kehidupan di masa mendatang. Hal tersebut dilakukan melalui pemberlakukan beberapa peraturan perundang-undangan, seperti Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Sementara itu, rencana pengembangan mobil listrik di Indonesia adalah salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar yang berasal dari fosil.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR