HOME » BERITA » BELI MOBIL PRIBADI BUKAN CUMA GAYA, PERTIMBANGKAN HITUNG-HITUNGANNYA

Beli Mobil Pribadi Bukan Cuma Gaya, Pertimbangkan Hitung-hitungannya

Membeli mobil harus punya persiapan biaya operasional. Jika tidak ada persiapan dana darurat, pengeluaran operasional mobil akan menguras kantong.

Rabu, 13 Januari 2021 18:15 Editor : Nazarudin Ray
Beli Mobil Pribadi Bukan Cuma Gaya, Pertimbangkan Hitung-hitungannya
Ilustrasi konsumen mobil keluarga (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Sebagai sebuah aset yang nilainya mengalami depresiasi, harga mobil tentu tidak murah. Membeli sebuah mobil pastinya harus siap dengan biaya operasional dan kepemilikan yang tidak sedikit. Jika memiliki persiapan dana yang cukup, tidak masalah.

Tanpa memiliki dana yang cukup, seperti arus kas bulanan maka keuangan pemiliknua akan makin terganggu dan akibatnya aset lancar, baik tabungan, kas, dan setara kas yang dimiliki bisa terkuras habis.

"Poin penting ketika memiliki mobil adalah ketersediaan biaya operasional dan dana darurat. Sisihkan sedikit uang setiap bulan untuk tabungan dana darurat mobil," buka Aulia Akbar, Financial Educator dan periset Lifepal Indonesia.

1 dari 4 Halaman

Dana darurat akan sangat dibutuhkan untuk melakukan pergantian suku cadang dan servis rutin ringan. Lantas berapakah jumlah dana darurat yang ideal untuk mobil Anda?

Besaran dana darurat untuk mobil tentu tidak akan disesuaikan dengan pengeluaran, melainkan harga komponen mobil yang memiliki diganti rutin.

Sebagai hitung-hitungan, metode ini bisa jadi patokan. Misalnya, suku cadang oli mobil Rp 400.000, filter oli Rp 30.000, filter udara Rp 100.000, kanvas rem Rp 1.000.000, oli transmisi 4 liter Rp 500.000, busi Rp 250.000, aki Rp 700.000, ban mobil 2 pasang Rp 1.200.000, dan biaya lain-lain Rp 2.000.000.

Jadi untuk kasus di atas, pemilik mobil membutuhkan dana darurat untuk pergantian suku cadang sebesar Rp 6,18 juta.

 

2 dari 4 Halaman

"Apabila dalam suatu waktu ketersediaan dana tersebut berkurang sebesar Rp 500 ribu karena si pemilik harus ganti oli, filter oli, dan membayar jasa mekanik, maka nominal dana harus dikembalikan dalam jumlah awal. Hal itu disebabkan karena proses pergantian oli dalam setahun tentu lebih dari satu kali," jelasnya.

Namun biaya lainnya, seperti ongkos jasa mekanik baik mekanik bengkel, mekanik panggil ke rumah, atau keperluan lain bersifat tidak diekspektasi dan berkaitan dengan kecelakaan.

"Sisihkan uang 1 persen atau maksimal 5 persen dari penghasilan bulanan ke rekening tersebut bagi pengeluaran mobil untuk kebutuhan darurat," imbuhnya.

Calon konsumen mobil baru

 

3 dari 4 Halaman

Pengeluaran bulanan dan tahunan

Aulia menyarankan memisahkan biaya operasional untuk bulanan dan tahunan. Contoh perhitungannya, sstimasi biaya BBM 1 bulan Rp 500.000, biaya parkir tunai/non tunai Rp 100.000, tol Rp 200.000, jadi total pengeluaran bulanan pemilik mobil Rp 800.000.

Sementara pengeluaran tahunan, mencakup pajak mobil -- katakanlah -- Rp 3.500.000, asuransi Rp 4.900.000, jadi total pengeluaran tahunan Rp 8.400.000.

Dari ilustrasi di atas, berarti pemilik kendaraan dalam sebulan mengeluarkan uang sebesar Rp 800 ribu untuk pemakaian mobilnya. "Semakin sering penggunaan mobil maka makin besar pula rata-rata pengeluaran operasional bulanan si pemilik mobil, begitupun sebaliknya," tukasnya.

 

4 dari 4 Halaman

Sedangkan pengeluaran tahunan bisa mencapai Rp 8,4 juta karena premi asuransi mobil yang dimiliki dibayarkan per tahun. Namun asuransi mobildapat dibayarkan secara bulanan, jika pemilik kendaraan memilih fitur pembayaran dengan kartu kredit, dan mengajukan metode cicilan.

Jika rata-rata kedua pengeluaran pengeluaran bulanan pemilik mobil adalah Rp 800 ribu, maka jika disetahunkan jumlahnya mencapai Rp 9,6 juta. Total pengeluaran operasional pemilik mobil tersebut dalam setahun pun bisa mencapai Rp 9,6 juta + Rp 8,4 juta = Rp 18 juta.

Jika perlu pemilik kendaraan membuat rekening terpisah, baik untuk untuk biaya operasional dan darurat mobil. Ini berguna agar pengeluaran sehari-hari tidak tercampur dengan keperluan biaya operasional mobil.

"(Pemilik mobil) bisa menempatkan sebagian tabungan dana darurat untuk mobil di instrumen reksa dana pasar uang, mengingat keperluan akan pergantian suku cadang memiliki jangka waktu yang berbeda-beda," pungkasnya.

 

BERI KOMENTAR