HOME » BERITA » HOAKS! KAPOLRI AKAN BERI BONUS POLANTAS YANG BERHASIL UNGKAP SUAP DI JALAN RAYA

Hoaks! Kapolri akan Beri Bonus Polantas yang Berhasil Ungkap Suap di Jalan Raya

Informasi terkait bonus polantas yang berhasil ungkap suap di jalan raya hoaks

Minggu, 31 Januari 2021 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Hoaks! Kapolri akan Beri Bonus Polantas yang Berhasil Ungkap Suap di Jalan Raya
Hoaks (Instagram/@divisihumaspolri)

OTOSIA.COM - Beberapa waktu belakangan beredar informasi di media sosial dan pesan WhatsApp yang menyebutkan biaya tilang terbaru yang dikeluarkan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Selain itu, di informasi tersebut juga dijelaskan bahwa Kapolri akan memberikan bonus kepada Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang berhasil mengungkap proses suap di jalan raya. Lantas benarkah informasi tersebut?

1 dari 3 Halaman

(Instagram/@divisihumaspolri)

Melansir akun Instagram @divisihumaspolri, terungkap bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Kapolri Listyo Sigit Prabowo, tidak pernah memberikan perintah seperti itu.

"Divisi Humas Polri memastikan bahwa informasi yang beredar itu adalah TIDAK BENAR atau HOAX! Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., tidak pernah memberikan instruksi atau perintah seperti informasi tersebut," tulis akun @divisihumaspolri.

2 dari 3 Halaman

Ada dua informasi yang oleh Divisi Humas Polri dinyatakan hoaks. Pertama adalah biaya tilang terbaru di Indonesia.

Di informasi tersebut, disebutkan besaran biaya tilang dari setiap pelanggaran, seperti tidak membawa SIM yang mendapatkan denda Rp25.000.

Padahal, jika merujuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009, besaran denda tidak membawa SIM paling banyak Rp250 ribu atau kurungan paling lama 1 bulan.

3 dari 3 Halaman

Kedua adalah informasi hoaks terkait bonus polantas yang dapat mengungkap suap pengendara. Bahkan Kapolri memerintahkan setiap jajarannya untuk memancing warga yang menyuap polisi.

Jika terbukti, maka Kapolri akan memberikan bonus Rp10 juta per warga. Sedangkan warga yang terbukti menyuap akan dihukum 10 tahun penjara.

BERI KOMENTAR