HOME » BERITA » HOAX: BIKIN SIM DAN SKCK WAJIB SUDAH DIVAKSIN

Hoax: Bikin SIM dan SKCK Wajib Sudah Divaksin

Beredar informasi tentang aturan penyertaan sertifikat vaksin COVID-19 untuk pengurusan SIM da SKCK. Polri buka suara mengenai isu wajib sudah divaksin untuk pembuatan SIM dan SKCK.

Rabu, 23 Juni 2021 18:45 Editor : Arendra Pranayaditya
Hoax: Bikin SIM dan SKCK Wajib Sudah Divaksin
Instagram: @divisihumaspolri

OTOSIA.COM - Angka penyebaran COVID-19 terus naik di Indonesia. Program vaksinasi COVID-19 pun terus dikebut untuk menangani pandemi COVID-19. Terkait vaksinasi, beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) diwajibkan sudah divaksin.

Isu tersebut sempat tersebar di berbagai platform digital dan menyebar ke berbagai lapisan masyarakat. Dalam informasi yang beredar tersebut, aturan baru itu efektif diberlakukan mulai tanggal 1 Juli 2021.

Melalui akun resmi Instagram@divisihumaspolri, Rabu (23/06/2021), Polisi memberikan klarifikasi bahwa kabar tersebut tidak benar. Polri menyayangkan beredarnya kabar tersebut. Pasalnya, seperti diketahui masih banyak masyarakat yang belum menerima vaksinasi COVID-19.

1 dari 8 Halaman

"Hoax, jangan percaya. Kan vaksin belum semua masyarakat Indonesia," kata Kasubdit SIM Korlantas Polri, Kombes Pol Djati Utomo, melalalui unggahan di akun @divisihumaspolri.

Unggahan tersebut kemudian dibanjiri berbagai macam tanggapan netizen. Dari tangkapan mata ketika berita ini diturunkan, unggahan itu sudah diserbu oleh 6.295 like dan 216 komentar.

2 dari 8 Halaman

Netizen tampak lega dengan klarifikasi tersebut karena banyak yang menyatakan belum menerima vaksin. "Alhamdulillahhh akhirnya hoax... Saya belum divaksin soalnya min," tulis @nrfdhilaa

"Wah untung cuma hoax kalau beneran itu sangat memberatkan karena vaksin kan belum semua nya dapat giliran di vaksin.. apalagi kan prioritas lansia dulu.. terima kasih bapak polisi sudah klarifikasi berita hoax ini," tulis @iswantoedi

"Iya pak berita seperti itu sudah nyebar di telegram group dan wa group, ini pelanggaran UU, pembohongan publik untuk meresahkan sebagian masyarakat," komentar @oldironald

 

3 dari 8 Halaman

Sedangkan beberapa netizen berargumen bahwa ada beberapa daerah yang sudah mengadopsi peraturan tersebut.

"Saya memperpanjang SKCK aja di Polresta Pekanbaru, syaratnya harus ada sertifikat vaksin. Ya gak jadilah aku urus, karna aku blm vaksin. Terhalang urusanku gegara syarat yg begituan. Ini fakta! Saya alami sendiri," komentar @andol4n

"Di Bengkulu sudah harus wajib punya sertifikat vaksin pak kalo mau buat sim dan skck.. sangat mempersulit pakkk," tulis @elsaauliyha

4 dari 8 Halaman

5 dari 8 Halaman

Sebelumnya

Salah satu upaya untuk menangani pandemi COVID-19 adalah melalui vaksinasi. Namun, belum semua masyarakat di Indonesia menerima vaksin COVID-19 lantaran beberapa alasan.

Sebagai upaya untuk menyuseskan program vaksinasi COVID-19 itu, Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pun menjadikan vaksin COVID-19 sebagai syarat pengajuan Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Bagi warga yang memohon pembuatan baru maupun perpanjangan SIM, wajib sudah divaksin. Ini upaya kami membantu mempercepat dan menyukseskan program Vaksinasi COVID-19," kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin di Sampit, seperti dikutip Antara, Selasa (8/6/2021).

 

 

6 dari 8 Halaman

Untuk pelaksanaan perdana kebijakan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah melaksanakan vaksinasi COVID-19 terhadap warga yang meminta pelayanan di Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur.

Selain pemohon layanan, vaksinasi juga diberikan kepada warga di sekitar kantor tersebut. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari dengan alokasi 50 dosis setiap harinya.

Ia menjelaskan bahwa vaksinasi tersebut untuk memudahkan pemohon layanan yang sudah telanjur datang ke kantor satuan lalu lintas namun belum divaksin. Selanjutnya, setiap warga yang akan meminta pelayanan, wajib menunjukkan bukti sudah mengikuti vaksinasi COVID-19.

7 dari 8 Halaman

Jakin mengatakan bahwa pihaknya melakukan berbagai cara untuk menyukseskan program vaksinasi.

Ia berharap dukungan seluruh masyarakat karena program ini merupakan upaya melindungi masyarakat dan memutus mata rantai penularan COVID-19 agar pandemi ini segera berakhir.

Menurut dia, makin banyak warga yang divaksin maka makin banyak pula orang yang memiliki kekebalan tubuh yang kuat melawan COVID-19.

8 dari 8 Halaman

"Ini untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang lain agar tidak tertular COVID-19. Kami mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi karena ini juga bukti kepedulian untuk membantu mengatasi pandemi ini agar segera berakhir," kata Jakin.

Sementara itu, warga bernama Trisna menyambut baik kegiatan tersebut.

"Saya tidak masalah divaksin karena sebenarnya saya juga memang ingin divaksin tetapi belum dapat giliran. Saya mendukung program ini. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir," kata Trisna.

Reporter: Henny Rachma Sari

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR