HOME » BERITA » HONDA DAN YAMAHA INDONESIA DINYATAKAN BERSALAH ATAS KASUS KARTEL

Honda dan Yamaha Indonesia Dinyatakan Bersalah Atas Kasus Kartel

PT AHM dan PT YIMM dinyatakan bersalah oleh MA dalam kasus kartel penentuan harga skutik 110 - 125 cc di Indonesia.

Senin, 06 Mei 2019 19:15 Editor : Cornelius Candra
Honda Beat jadi skutik 110 cc terlaris di Indonesia (AHM)

OTOSIA.COM - Kasasi atas kasus kartel yang melibatkan PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) ditolak Mahkamah Agung (MA). Alhasil, keduanya dinyatakan bersalah atas dugaan pengaturan harga skutik 110 - 125 cc di Indonesia.

Dijelaskan Thomas Wijaya, Marketing Director AHM, pihaknya akan terus berjuang untuk membuktikan bahwa pabrikan berlambang sayap mengepak ini tidak terlibat pengaturan harga bersama. Bahkan, bukti-bukti terkait hal tersebut sudah dibuka saat sidang sebelumnya bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

"Kita di beberapa pemeriksaan menjelaskan bahwa kita mengembangkan produk seperti apa, teknologinya seperti apa. Di KPPU kita sampaikan dengan jelas, termasuk penentuan harga," jelas Thomas saat ditemui Liputan6.com di gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, beberapa waktu lalu.

Lanjut Thomas, penentuan harga sebuah produk dilakukan oleh PT AHM secara independen, dengan melihat beberapa faktor pendukungnya.

"Kita lihat teknologi, spesifikasi, fitur, kualitas, kemudian juga ada biaya material, ongkos produksi, biaya tenaga kerja, dan itu menjadi komponen dalam menentukan harga," tegas Thomas.

Sementara itu, dalam penentuan harga satu produk juga, penguasa pasar roda dua di Tanah Air ini tidak pernah melakukan komparasi langsung dengan harga dari kompetitor. Namun, 100 persen memang ditentukan oleh beberapa variabel yang bisa menentukan satu harga produk.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR