HOME » BERITA » HONDA LAGI-LAGI RECALL RIBUAN MOBIL DI INDONESIA AKIBAT CACAT AIRBAG

Honda Lagi-lagi Recall Ribuan Mobil di Indonesia Akibat Cacat Airbag

Honda menemukan adanya potensi airbag mengembang secara berlebih yang dapat mengakibatkan bagian tersebut pecah

Selasa, 13 Agustus 2019 15:45 Editor : Ahmad Muzaki
Honda Lagi-lagi Recall Ribuan Mobil di Indonesia Akibat Cacat Airbag
Deretan mobil Honda (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali melakukan penarikan kembali ribuan mobil setelah ditemukannya kesalahan pada airbag inflator Takata.

Honda menemukan adanya potensi airbag mengembang secara berlebih yang dapat mengakibatkan bagian tersebut pecah sehingga dapat membahayakan pengemudi dan penumpang.

Total ada 7.330 unit dari beberapa model yang dijual di Indonesia. Adapun model yang teridentifikasi tersebut meliputi Accord tahun 2003 sebanyak 211 unit, City produksi tahun 2004-2008 sebanyak 1.652 unit, dan Civic lansiran 2001-2005 sebanyak 668 unit.

Lalu Honda CR-V tahun 2002-2006 sejumlah 2.926 unit, Jazz tahun pembuatan 2004-2008 sebanyak 1,362 unit, dan Stream tahun produksi 2002-2006 dengan jumlah 511 unit.

1 dari 1 Halaman

Pemberitahuan dari Honda

Honda Lagi-lagi Recall Ribuan Mobil di Indonesia Akibat Cacat AirbagPemberitahuan dari Honda

Honda menghimbau konsumen yang mobilnya terdampak untuk segera datang ke dealer resmi Honda terdekat guna melakukan penggantian dengan komponen terbaru.

Proses penggantian komponen airbag inflator akan dilakukan sekitar 1 ?? 2 jam, tanpa dikenakan biaya apapun.

HPM akan mengirimkan surat pemberitahuan langsung kepada para pemilik kendaraan yang teridentifikasi. Pemilik kendaraan dapat mengecek sendiri untuk mengetahui apakah mobilnya termasuk dalam penggantian airbag inflator dengan membuka link www.honda-indonesia.com.

Selain itu, pemilik mobil terdampak dapat mendaftarkan kendaraannya di dealer terdekat, atau menghubungi Honda Customer Care di 0-800-1446-632dari hari Senin-Jumat, pukul 08.00 s/d 17.30 WIB.

BERI KOMENTAR