HOME » BERITA » HONDA RAJIN GELAR BALAP VIRTUAL, EFEK PANDEMI COVID-19?

Honda Rajin Gelar Balap Virtual, Efek Pandemi COVID-19?

Honda Indonesia memindah kegiatan balapnya dari sirkuit ke dunia virtual. Apakah ini dampak dari pandemi COVID-19?

Jum'at, 11 September 2020 12:15 Editor : Cornelius Candra
Honda Rajin Gelar Balap Virtual, Efek Pandemi COVID-19?
Honda Racing Simulator Championship (Honda)

OTOSIA.COM - Belum lama ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) baru saja menuntaskan ajang balap virtual bertajuk Honda Racing Simulator Championship (HRSC). Gelaran ini merupakan yang pertama dibuat oleh pabrikan mobil di Indonesia.

Setelah HRSC, pabrikan asal Jepang ini kembali mengajak para pecinta balap di Indonesia untuk beradu drifting menggunakan Honda Brio melalui smartphone. Menggandeng developer game ternama, Gameloft, mereka telah meluncurkan Brio Virtual Drift Challenge (BVDC) untuk pengguna Android.

"Sesuai dengan perubahan perilaku konsumen saat ini, konsumsi media digital terutama melalui perangkat mobile semakin meningkat. Karena itu, kami percaya bahwa mobile game ini menjadi media yang tepat untuk menyebarkan semangat racing ke lebih banyak orang, sesuai dengan dengan semangat Everyone Can Race," terang Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM.

1 dari 1 Halaman

Memang, PT HPM memiliki DNA balap yang cukup kuat. Mereka kerap mengajak konsumennya beradu cepat di sirkuit, dan berpartisipasi dalam beberapa kejuaraan, baik di Indonesia maupun internasional. Tapi, karena pandemi COVID-19, berbagai event pun harus ditunda, bahkan dibatalkan.

Lantas, apakah mereka sengaja memindahkan kegiatan balap mereka dari sirkuit ke dunia virtual karena pandemi COVID-19? Terkait hal tersebut, Adhi Parama Sugarda, Communication Strategy Manager PT HPM memberi penjelasan.

"Sebenarnya kami sudah merencanakan HRSC dan Brio Virtual Drift Challenge ini sejak jauh-jauh hari. Persiapannya juga tidak sebentar, lebih dari 3 bulan. Kebetulan saja, kita harus berhadapan dengan pandemi COVID-19 sehingga program kami cocok untuk saat ini," terang Adhi.

BERI KOMENTAR