HOME » BERITA » HUBUNGAN RI DAN CINA MEMANAS DI NATUNA, SEKTOR OTOMOTIF IKUT TERDAMPAK?

Hubungan RI dan Cina Memanas di Natuna, Sektor Otomotif Ikut Terdampak?

Ketegangan RI dan Cina dikhawatirkan merembet ke sektor otomotif

Selasa, 14 Januari 2020 18:45 Editor : Ahmad Muzaki
Hubungan RI dan Cina Memanas di Natuna, Sektor Otomotif Ikut Terdampak?
Wuling Almaz, mobil asal Cina yang dipasarkan di Indonesia (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Hubungan Indonesia dengan Cina dalam beberapa waktu terakhir memanas setelah masuknya kapal-kapal Negeri Tirai Bambu di Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Indonesia di perairan Natuna. Klaim tidak mendasar Cina atas perairan Natuna Utara membuat berang Pemerintah Indonesia.

Ketegangan tersebut dikhawatirkan merembet ke sektor otomotif di saat produsen mobil Cina memandang Indonesia sebagai negara potensial untuk produk-produk mereka.

Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) eskalasi hubungan yang memanas antar kedua negara belum bisa dikatakan akan menganggu investasi Industri otomotif Cina di Indonesia.

"(pengaruh) Enggak-lah. Tapi tidak tahu hubungannya. Yang itu masalah perikanan, yang ini masalah otomotif. Saya bukan ahli politik, jadi ngomongin otomotif saja ya," kata Kukuh Kumara, Sekjen Gaikindo.

1 dari 2 Halaman

Setelah Wuling dan Sokon atau DFSK masuk lebih dulu, kini giliran Morris Garage atau MG bakal meramaikan pasar otomotif di Tanah Air. Perlu diketahui, MG adalah merek campuran Inggris dan Cina, MG dan Wuling merupakan satu grup.

Menurut Kukuh, MG menyatakan berniat menjadi anggota Gaikindo, dan diharapkan sudah dapat memamerkan produk-produk andalan mereka pada pameran GIIAS tahun ini. ?Dia sudah melapor ke kita, mau menjadi anggota Gaikindo. Mudah-mudahan di pameran sudah ada,? ujarnya.

2 dari 2 Halaman

MG sendiri digadang-gadang akan membuat mobil di Indonesia dengan memanfaatkan fasilitas salah satu pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat.

?Pastinya mereka punya rencana investasi di sini. Karena itu kita sampaikan ke mereka bahwa kita tidak ingin sekadar impor, saya katakan bahwa kita sudah mandiri, dan kapasitasnya sudah ada,? tandasnya.

MG sendiri adalah merek mobil di bawah payung SAIC Motor yang termasuk brand Wuling dan Chevrolet. MG sudah melebarkan sayap bisnisnya ke sejumlah negara, di antaranya Timur Tengah, Inggris, India dan Thailand dengan produk-produk andalannya seperti sedan, hatchback dan SUV.

BERI KOMENTAR